Pulau Sembur di Batam Akhirnya Rasakan Listrik 24 Jam Berkat PLTS

Schoolmedia News – Warga Pulau Sembur, Kelurahan Galang Baru, Kota Batam, Kepulauan Riau, kini dapat menikmati listrik hingga 24 jam setelah hadirnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Sebelum adanya PLTS, masyarakat Pulau Sembur hanya mendapatkan pasokan listrik sekitar 4–5 jam sehari dengan mengandalkan generator diesel milik warga. Kondisi tersebut membuat kebutuhan listrik menjadi lebih mahal dan terbatas.
PLTS Pulau Sembur memiliki kapasitas sekitar 1 megawatt (MW) dan dilengkapi baterai penyimpanan berkapasitas 1 megawatt hour (MWh). Energi matahari yang ditangkap pada siang hari disimpan dalam baterai untuk digunakan ketika malam hari.
Dengan sistem tersebut, kebutuhan listrik masyarakat dapat dipenuhi sepanjang hari. Bahkan, kapasitas listrik yang tersedia disebut masih memiliki kelebihan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Salah satu manfaat yang mulai dikembangkan adalah sektor perikanan. Ketersediaan listrik memungkinkan pengoperasian cold storage dan mesin pembuat es untuk membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan.
Fasilitas pembuat es tersebut mampu menghasilkan sekitar 4 ton es per hari. Kehadiran fasilitas ini diharapkan membantu nelayan menyimpan hasil tangkapan dengan lebih baik sekaligus meningkatkan nilai jual produk perikanan.
Dari sisi biaya, penggunaan PLTS juga diproyeksikan mengurangi pengeluaran masyarakat. Sebelumnya, warga dapat menghabiskan sekitar Rp500.000 per bulan untuk kebutuhan genset. Setelah menggunakan PLTS, biaya tersebut diperkirakan turun menjadi sekitar Rp200.000 per bulan.
PLTS Pulau Sembur merupakan salah satu lokasi awal pelaksanaan program pengembangan PLTS 100 GWp secara nasional. Pemerintah berharap model pembangkit energi terbarukan tersebut dapat diterapkan di wilayah lain yang masih menghadapi keterbatasan akses listrik.
Kehadiran listrik 24 jam di Pulau Sembur tidak hanya meningkatkan akses energi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi. Pemerintah berharap fasilitas tersebut dapat mendukung peningkatan produktivitas masyarakat pesisir dan sektor perikanan.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Gempa M 7,7 Flores Tewaskan 103 Orang, Badan Geologi Ungkap Faktor yang Memperparah Dampak
Karhutla Ketapang Ancam Habitat, 3 Orangutan Dievakuasi dari Kepungan Karhutla Ketapang