Buku Pelajaran Akan Diperbaiki, Pakar UMY: Guru Harus Dilibatkan dalam Penyusunan

Schoolmedia News – Rencana pemerintah memperbaiki buku pelajaran untuk jenjang SD hingga SMA mendapat perhatian dari pakar pendidikan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr Ana Taqwa Wati. Ia menilai pembaruan buku pelajaran perlu mengikuti perkembangan teknologi, informasi, serta kebutuhan siswa.
Menurut Ana, perbaikan buku pelajaran sebaiknya diawali dengan penyesuaian kurikulum. Kurikulum perlu menjadi dasar agar materi yang disajikan dalam buku tetap relevan dengan perubahan zaman dan kebutuhan pembelajaran di era digital.
Ia juga menekankan bahwa penyusunan standar buku pelajaran perlu dilakukan secara bertahap. Pemerintah perlu memperhatikan kesenjangan kemampuan siswa dan kondisi sekolah yang berbeda-beda di setiap daerah.
Karena itu, peningkatan standar pembelajaran tidak dapat dilakukan dengan menyamaratakan kondisi seluruh siswa. Pemetaan dan observasi terhadap kebutuhan siswa perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum hasilnya divalidasi dan digunakan sebagai dasar penyusunan buku.
Guru Perlu Dilibatkan
Guru dinilai memiliki peran penting dalam proses penyusunan buku pelajaran. Keterlibatan guru dapat membantu memastikan materi yang terdapat dalam buku dapat diterapkan secara efektif dalam kegiatan belajar mengajar.
Namun, pembaruan buku saja tidak cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kompetensi guru dan pemerataan kualitas pembelajaran juga perlu ditingkatkan secara bersamaan.
Buku pelajaran yang berkualitas tetap membutuhkan tenaga pendidik yang mampu menggunakannya secara tepat. Karena itu, peningkatan kualitas guru juga perlu menjangkau sekolah-sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Buku Pelajaran Perlu Dievaluasi Berkala
Ana juga menyarankan agar buku pelajaran yang telah diperbarui tidak berhenti pada satu kali proses penyusunan. Evaluasi berkala diperlukan untuk mengetahui sejauh mana buku tersebut efektif mendukung proses pembelajaran.
Evaluasi dapat dilakukan sekitar satu hingga dua tahun setelah buku diterapkan di sekolah. Hasil evaluasi kemudian dapat menjadi bahan perbaikan untuk pengembangan buku berikutnya.
Dengan melibatkan guru, memperhatikan kondisi siswa dan sekolah, serta melakukan evaluasi secara berkala, pembaruan buku pelajaran diharapkan tidak hanya menghasilkan materi yang lebih modern, tetapi juga benar-benar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di berbagai daerah.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Dukung Ketahanan Pangan, Jutaan Ton Limbah Batu Bara Akan Dimanfaatkan Jadi Pupuk
Diduga Rem Blong, Mobil Pikap Angkut Belasan Mahasiswa KKN Unhas Kecelakaan