Kebakaran Bromo Berulang, Disbudpar Jatim Wacanakan Kawasan TNBTS Bebas Rokok

Schoolmedia News – Kebakaran yang kembali melanda kawasan Gunung Bromo mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur mengevaluasi upaya pencegahan kebakaran di kawasan wisata alam.
Salah satu wacana yang muncul adalah memperketat aturan bagi wisatawan dengan menjadikan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai area yang bebas dari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari menyebut larangan membawa rokok maupun vape dapat menjadi salah satu langkah pencegahan. Menurutnya, sejumlah kawasan wisata alam telah menerapkan aturan serupa sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah kebakaran Bromo kembali terjadi dan meluas. Selain faktor aktivitas manusia, kondisi angin yang kencang juga menjadi tantangan dalam proses pemadaman karena dapat mempercepat penyebaran api.
Evy menilai penanganan pada tahap awal juga perlu diperkuat. Respons yang cepat ketika titik api pertama kali ditemukan dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Kebakaran yang meluas sebelumnya membuat Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo dari lima pintu masuk. Penutupan dilakukan untuk mendukung efektivitas pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan kebakaran menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata alam. Pengunjung perlu memahami bahwa kawasan konservasi memiliki kondisi lingkungan yang rentan, terutama saat musim kemarau.
Selain memperketat aturan, edukasi kepada wisatawan juga perlu ditingkatkan. Pengunjung harus memahami aktivitas apa saja yang berpotensi membahayakan kawasan dan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan pengelola.
Kebakaran Bromo juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan pariwisata tidak dapat dipisahkan dari perlindungan lingkungan. Kawasan wisata yang memiliki nilai ekologis harus dijaga agar tetap dapat dinikmati masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Buku Pelajaran Akan Diperbaiki, Pakar UMY: Guru Harus Dilibatkan dalam Penyusunan