Kebakaran Bontoala Makassar, 37 Rumah Rusak dan 245 Warga Terdampak
Schoolmedia News – Kebakaran melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kelurahan Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026) malam. Sebanyak 37 rumah terdampak dan 245 warga dari 60 kepala keluarga (KK) menjadi korban.
Data tersebut berdasarkan asesmen awal Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Dari 37 rumah yang terdampak, sebanyak 25 rumah mengalami rusak berat, tujuh rusak sedang, dan lima lainnya rusak ringan.
Sebanyak 20 rumah yang terdampak berada di RT 03/RW 04, sedangkan 17 rumah lainnya berada di RT 04/RW 04.
Kepala Pelaksana BPBD Makassar Fadli Tahar mengatakan pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah warga dan bangunan yang terdampak sekaligus mengidentifikasi kebutuhan darurat di lokasi.
Kebakaran tersebut terjadi pada Senin malam di kawasan permukiman yang cukup padat. Kondisi bangunan yang saling berdekatan membuat penanganan dan pendataan pascakejadian menjadi perhatian.
Berdasarkan informasi awal BPBD, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, laporan lain menyebut terdapat dua warga yang mengalami luka ringan.
BPBD Makassar kemudian melakukan asesmen terhadap kondisi warga yang terdampak. Pendataan juga diarahkan untuk memastikan kebutuhan kelompok rentan, termasuk anak-anak, balita, dan lansia, dapat segera teridentifikasi.
Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, kebakaran tidak hanya menyebabkan kehilangan tempat tinggal, tetapi juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan darurat menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Pemerintah daerah melalui BPBD terus melakukan koordinasi untuk menangani dampak kebakaran. Selain pendataan kerusakan, kebutuhan warga terdampak menjadi salah satu prioritas dalam penanganan pascabencana.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penelusuran. Aparat terkait perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber api dan faktor yang menyebabkan kebakaran terjadi.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Jarak antarbangunan yang berdekatan dapat membuat api lebih cepat menjalar apabila terjadi kebakaran.
Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat dan respons cepat petugas menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak ketika kebakaran terjadi. Penanganan juga perlu dilanjutkan dengan pemulihan bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan.
Dengan 245 warga terdampak, perhatian terhadap kebutuhan para korban menjadi langkah penting setelah api berhasil ditangani. Pemerintah dan berbagai pihak diharapkan dapat memastikan warga mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan hingga kondisi mereka berangsur pulih.
_
Liputan Khusus Lainnya: