Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
regional

RS Pusri Putus Kontrak Dokter Tamara Usai Viral Hina Pasien BPJS

author ASHAD
Aug 07, 2026 |
315 Dilihat


Schoolmedia News – Rumah Sakit (RS) Pusri Palembang resmi mengakhiri kerja sama dengan dokter Tamara Dewi Jasmine setelah komentarnya di media sosial yang dinilai merendahkan pasien BPJS Kesehatan menjadi viral.

Keputusan tersebut diambil setelah manajemen RS Pusri melakukan pemanggilan dan meminta klarifikasi kepada dokter yang bersangkutan. Setelah melalui proses internal, rumah sakit memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Tamara sebagai dokter mitra.

Sebelumnya, komentar Tamara di media sosial menuai sorotan setelah menanggapi keluhan seorang pasien BPJS Kesehatan. Pernyataan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu kritik dari masyarakat karena dinilai tidak mencerminkan empati serta profesionalisme tenaga kesehatan.

Manajemen RS Pusri menegaskan keputusan mengakhiri kerja sama merupakan bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan tata kelola organisasi. Rumah sakit juga memastikan tenaga kesehatan yang bertugas harus mematuhi standar etika profesi serta ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, RS Pusri menjelaskan bahwa Tamara merupakan dokter baru yang mulai bertugas di rumah sakit tersebut pada Mei 2026. Manajemen juga menyatakan komentar yang menjadi polemik disampaikan melalui akun pribadi dan tidak berkaitan langsung dengan pelayanan pasien di RS Pusri.

Meski demikian, setelah dilakukan pemeriksaan internal, rumah sakit mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan dokter tersebut.

RS Pusri juga menegaskan bahwa polemik yang melibatkan salah satu dokter tidak mengubah komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Seluruh pasien, termasuk peserta BPJS Kesehatan, dipastikan tetap mendapatkan pelayanan yang profesional, aman, bermutu, dan berkeadilan tanpa membedakan latar belakang maupun status pasien.

Kasus tersebut kembali menyoroti pentingnya etika tenaga kesehatan dalam berkomunikasi di ruang digital. Penggunaan media sosial pribadi tetap dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat dan citra institusi tempat seseorang bekerja.

Di sisi lain, persoalan tersebut juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan harus mengedepankan sikap profesional, empati, serta penghormatan terhadap seluruh pasien.

RS Pusri menyatakan prinsip pelayanan yang setara akan terus dijunjung dalam setiap aspek pelayanan. Rumah sakit berharap masyarakat tetap memperoleh layanan kesehatan yang aman, bermutu, dan tidak diskriminatif.

Pengakhiran kerja sama dengan RS Pusri juga tidak otomatis menutup kemungkinan adanya proses etik atau pemeriksaan dari pihak terkait lainnya. Penanganan lebih lanjut dapat mengikuti mekanisme profesi dan ketentuan yang berlaku.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut hubungan antara profesionalisme tenaga kesehatan, etika komunikasi di media sosial, dan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang setara.

Polisi Sempat Kabur Usai Tabrak Balita 4 Tahun hingga Tewas di Bone, Kini Diperiksa
regional Selanjutnya
Polisi Sempat Kabur Usai Tabrak Balita 4 Tahun hingga Tewas di Bone, Kini Diperiksa
author ASHAD
Aug 07, 2026
Live TikTok ASN Bandung Barat Viral, Ucapan soal Fee 1 Persen Bikin Pemkab Turun Tangan
regional Sebelumnya
Live TikTok ASN Bandung Barat Viral, Ucapan soal Fee 1 Persen Bikin Pemkab Turun Tangan
author ASHAD
Aug 07, 2026

Komentar