Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Akses Wisata Dibatasi sampai Lautan Pasir
Schoolmedia News – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Hingga Rabu (5/8/2026) malam, luas savana yang terbakar diperkirakan mencapai 80 hektare dan masih berpotensi bertambah karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam.
Kebakaran melanda vegetasi savana, cemara gunung, pakis, dan semak belukar. Kondisi medan yang curam, angin yang cukup kencang, vegetasi kering, serta keterbatasan sumber air menjadi tantangan bagi petugas dalam melakukan pemadaman.
Petugas gabungan dari BPBD, TNBTS, TNI, Polri, Perhutani, relawan, dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman melalui jalur darat. Pemerintah juga memberikan dukungan operasi udara menggunakan helikopter water bombing untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.
Kebakaran juga berdampak terhadap aktivitas wisata di kawasan Bromo. Balai Besar TNBTS membatasi akses wisata melalui sejumlah pintu masuk sebagai langkah antisipasi terhadap risiko keselamatan pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan operasi pemadaman.
Akses melalui Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta Senduro di Kabupaten Lumajang ditutup sementara. Sementara itu, jalur melalui Cemoro Lawang di Probolinggo dan Wonokitri di Pasuruan masih dapat digunakan dengan pembatasan kunjungan.
Wisatawan yang masuk melalui jalur yang masih dibuka hanya diperbolehkan sampai kawasan Lautan Pasir. Kawasan Savana ditutup untuk wisatawan karena masih menjadi bagian dari area yang terdampak kebakaran dan penanganan.
Pembatasan tersebut dilakukan bukan hanya untuk mengurangi risiko bagi wisatawan, tetapi juga agar aktivitas pengunjung tidak menghambat mobilisasi personel dan peralatan pemadaman.
Pihak berwenang masih memantau perkembangan titik api dan melakukan pemetaan terhadap area yang berpotensi mengalami rambatan. Strategi pemadaman terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan karena arah angin dan kondisi vegetasi dapat berubah.
Kebakaran di kawasan konservasi tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi memberikan dampak terhadap ekosistem TNBTS. Vegetasi dan habitat yang terdampak membutuhkan waktu untuk pulih setelah kebakaran dapat sepenuhnya dikendalikan.
Masyarakat dan wisatawan diimbau mematuhi seluruh pembatasan yang diberlakukan pengelola TNBTS. Informasi mengenai pembukaan kembali akses wisata sebaiknya menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang.
Dengan luas area terbakar yang terus bertambah, penanganan kebakaran Bromo menjadi prioritas. Selain mempercepat pemadaman, keselamatan petugas dan pengunjung tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap langkah penanganan.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Sambut Hari Jadi ke-703, Pemkab Pati Gelar Festival Adhi Loka Tampilkan Kekayaan Budaya 21 Kecamatan