Kemendikdasmen Perkuat Literasi Berbasis Komunitas dan Kearifan Lokal di Kabupaten Malinau
Schoolmedia News = Upaya memperkuat budaya literasi di daerah terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan diskusi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bersama Pemerintah Kabupaten Malinau, Bunda Literasi, serta pegiat literasi yang dilaksanakan di Kantor Bupati Malinau, Kalimantan Utara, Jumat (6/2).
Dialog ini dihadiri oleh Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Pendidikan, serta mitra Pembangunan INOVASI. Kegiatan ini turut melibatkan Ikatan Keluarga Baca Malinau dan para penggiat literasi di Kabupaten Malinau yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan literasi di tingkat komunitas.
Dalam sambutannya, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, namun juga mencakup kemampuan bernalar, berpikir kritis, serta memahami dan memanfaatkan informasi secara bijak di tengah derasnya arus informasi.
âLiterasi adalah fondasi bagi peningkatan kualitas manusia Indonesia. Melalui literasi yang kuat, masyarakat tidak hanya mampu membaca teks, tetapi juga mampu memahami konteks, menimbang informasi, dan mengambil keputusan secara cerdas,â ujar Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Jumat (6/2).
Lebih lanjut, Hafidz Muksin menyampaikan bahwa Badan Bahasa memiliki komitmen untuk terus mendampingi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan, khususnya melalui penguatan peran komunitas dan penggiat literasi. Selain itu, Hafidz juga mengapresiasi berbagai inisiatif literasi yang telah berkembang di Kabupaten Malinau. Menurutnya, praktik-praktik literasi berbasis komunitas merupakan kekuatan penting dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang.
âKami memandang pemerintah daerah dan komunitas literasi sebagai mitra strategis. Literasi tidak akan tumbuh jika hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi harus hidup di tengah masyarakat melalui gerakan bersama yang konsisten dan berkesinambungan,â tambah Hafidz.
Sementara itu, Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau menempatkan literasi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah. Literasi dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat karakter masyarakat, serta mendorong kemajuan sosial dan ekonomi.
âPemerintah Kabupaten Malinau memandang literasi sebagai investasi jangka panjang. Masyarakat yang literat akan lebih siap menghadapi perubahan, lebih kritis, dan memiliki daya saing yang lebih baik,â ujar Wempi.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang-ruang literasi yang inklusif dan mudah diakses oleh masyarakat, baik melalui sekolah, komunitas, maupun ruang publik. âKami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan keluarga agar literasi menjadi gerakan bersama. Dukungan Badan Bahasa Kemendikdasmen menjadi penguat penting untuk memastikan bahwa gerakan literasi di Kabupaten Malinau dapat berjalan secara berkelanjutan dan berdampak nyata,â terang Wempi.
Praktik Baik Literasi di Kabupaten Malinau
Dalam kesempatan yang sama, Bunda Literasi Kabupaten Malinau, Maylenty Wempi, memaparkan berbagai praktik baik literasi yang telah berjalan di Kabupaten Malinau. Ia menyampaikan bahwa gerakan literasi di daerahnya tumbuh dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga komunitas literasi. âKami berupaya menghadirkan literasi lebih dekat dengan masyarakat. Seperti rumah baca, pojok baca di ruang publik, serta kegiatan literasi berbasis komunitas menjadi praktik baik yang terus kami kembangkan bersama para penggiat literasi,â ungkap Maylenty Wempi.
Maylenty menambahkan, praktik baik tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan minat baca, namun juga menumbuhkan kebiasaan belajar sepanjang hayat di tengah masyarakat. Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi sangat ditentukan oleh keberlanjutan pendampingan dan dukungan kebijakan.
Sejalan dengan hal tersebut, Deputy Program DirectorINOVASI Jakarta, Handoko, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memastikan keberlanjutan program literasi, khususnya di daerah. âINOVASI melihat bahwa keberhasilan penguatan literasi sangat ditentukan oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan komunitas. Praktik-praktik baik yang tumbuh di Kabupaten Malinau menunjukkan bahwa ketika ekosistem literasi dibangun bersama, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,â tutur Handoko.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog antara Badan Bahasa, pemerintah daerah, dan para penggiat literasi untuk membahas tantangan serta peluang pengembangan literasi di Kabupaten Malinau. Para peserta acara turut menyampaikan pengalaman lapangan, kebutuhan penguatan kapasitas komunitas literasi, serta pentingnya dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat dan daerah.
Melalui dialog ini, Badan Bahasa bersama Pemerintah Kabupaten Malinau dan mitra pembangunan INOVASI menegaskan komitmen bersama untuk terus membangun ekosistem literasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat yang literat, berbudaya, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan pendidikan nasional.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar