Cari

Sumatera Barat, Kab. Solok

1.476 Buku Bacaan untuk Sekolah Terdampak Banjir di Solok Disalurkan



Schoolmedia News Solok = Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, kembali menyalurkan bantuan pemulihan pendidikan bagi sekolah-sekolah terdampak banjir di Kabupaten Solok. Penyaluran ini merupakan wujud kepedulian dan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.

Pada tahap ini, Kemendikdasmen menyalurkan sebanyak 1.476 buku bacaan ke SDN 09 Selayo, SDN 05 Selayo, dan SMPN 1 Kubung. Selain buku bacaan, sekolah juga menerima bantuan dana pendidikan untuk mendukung keberlanjutan proses belajar mengajar pascabencana, khususnya dalam pemulihan sarana pendukung pembelajaran yang terdampak.

Kepala Sekolah SDN 05 Selayo, Erlinawati, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima. “Kami sangat bersyukur atas bantuan buku ini. Buku-buku anak kami rusak dan hanyut akibat banjir, sehingga kehadiran buku bacaan ini sangat kami butuhkan untuk mendukung kegiatan belajar di sekolah,” ujarnya. 

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Nila Kesumawati, menegaskan pentingnya ketersediaan buku bagi proses pembelajaran. “Jika sarana seperti meja dan kursi belum tersedia, anak-anak masih bisa belajar secara sederhana. Namun, tanpa buku, pembelajaran tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatra Barat, Rahmat, mengatakan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pemulihan psikososial peserta didik. Menurutnya, buku bacaan menjadi sarana penting untuk membantu anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan bersemangat dalam belajar.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat memulihkan semangat belajar peserta didik yang terdampak. “Melalui penyaluran buku bacaan, kami berharap anak-anak kembali termotivasi untuk belajar dan merasakan bahwa negara hadir mendampingi mereka dalam situasi sulit pascabencana,” jelasnya saat menyerahkan bantuan.

Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program pemulihan pendidikan di Provinsi Sumatra Barat yang menjangkau 242 sekolah terdampak bencana. Hingga saat ini, bantuan yang telah disalurkan meliputi 3.756 eksemplar buku bacaan serta voucer pendidikan dengan total nilai Rp340 juta. Nilai bantuan per sekolah berkisar antara Rp5 juta hingga Rp25 juta, disesuaikan dengan tingkat dampak bencana yang dialami. Kegiatan penyaluran dilaksanakan secara bertahap pada 29–31 Januari dan 4 Februari 2026.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa pendekatan literasi dipilih sebagai salah satu strategi dalam pemulihan pendidikan pascabencana. “Pada tahap ini, Kemendikdasmen menyalurkan buku bacaan dalam jumlah yang lebih besar, disertai voucer pendidikan yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk mendukung perbaikan sarana fisik pembelajaran. Kami ingin memastikan pemulihan pendidikan berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hafidz Muksin menjelaskan bahwa pendekatan literasi mampu menciptakan suasana yang aman, menenangkan, dan menyenangkan bagi anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana. Aktivitas membaca dan mendengarkan cerita membantu anak menenangkan emosi, mengalihkan ingatan dari pengalaman traumatis, serta kembali pada rutinitas belajar yang memberi rasa stabil dan terarah. Dalam konteks ini, buku tidak hanya berfungsi sebagai bahan bacaan, tetapi juga sebagai media pendampingan yang menumbuhkan harapan dan imajinasi positif.

“Anak-anak yang terdampak banjir memerlukan pendampingan agar tetap memiliki motivasi belajar dan rasa aman secara psikologis. Melalui buku dan aktivitas literasi, kami berupaya membantu mereka kembali beradaptasi dan pulih,” pungkas Hafidz Muksin.

Melalui bantuan pemulihan pendidikan ini, Kemendikdasmen terus berupaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua, dengan memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana, sebagai bagian dari komitmen negara dalam melindungi hak belajar setiap anak.

Tim Schoolmedia

Berita Regional Sebelumnya
Menanti Akhir Era Tumpukan Kertas di Meja Birokrasi

Berita Regional Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar