Foto: Pixabay
Lulusan perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu diharapkan memiliki kemampuan wirausaha sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru di masa mendatang.
Kasubdit Pengembangan Sistem dan Jaringan Inovasi Wihatmoko Waskitoaji Kasubdit mengatakan hal tersebut di sela sosialisasi Rapermen Ristekdikti Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi di Gedung GOR Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Provinsi Aceh.
Wihatmoko menjelaskan, dengan adanya mata kuliah atau prodi yang berkenaan dengan bidang kewirausahaan, maka lulusan perguruan tinggi minimal memiliki pengetahuan dasar tentang kewirausahaan dan dunia kerja.
"Jadi lulusan perguruan tinggi itu nantinya, akan mampu menjadi penyedia kerja karena telah menciptkan lapangan kerja, sehingga tidak menjadi pencari kerja. Inilah yang perlu dibangun untuk masa mendatang", kata Wihatmoko, Kamis, 28 Februari 2019.
Di Aceh, Kemenritekdikti mensosialisasikan Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) Manajemen Inovasi Perguruan Tinggi dan Tata Cara Pengisian Borang Data Inovasi kepada perguruan tinggi. Tujuan dari Rapermen itu adalah mendorong perguruan tinggi untuk memiliki mata kuliah atau prodi kewirausahaan.
Di dalam Rapermen, kata Wihatmoko menjelaskan, pihaknya berharap perguruan tinggi juga memiliki organisasi manajemen inovasi. Dengan memiliki organisasi ini, akan dapat memotivasi para mahasiswa untuk melakukan kegiatan kewirausahaan. Ia juga menegaskan, keberadaan lembaga manajemen inovasi juga termasuk dalam komponen pemeringkatan perguruan tinggi.
"Kinerja inovasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi juga menjadi salah satu komponen yang dinilai terhadap peringkat perguruan tinggi," ucap Wihatmoko.
Oleh karena itu, keberadaan lembaga manajemen inovasi itu, kata Wihatmoko, sangat penting dimiliki karena berpengaruh terhadap penilaian pemeringkatan perguruan tinggi itu sendiri.
Tinggalkan Komentar