Cari

106 Sekolah Direvitalisasi di Minahasa, Dorong Lulusan Vokasi Siap Kerja


Schoolmedia News Manado = Sebanyak 106 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Peresmian ini menjadi bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang bertujuan meningkatkan infrastruktur sekaligus memperkuat kualitas pendidikan vokasi agar lulusan semakin siap memasuki dunia kerja.

Program revitalisasi tidak hanya meningkatkan infrastruktur pembelajaran, tetapi juga memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga menunjukkan komitmennya untuk terus menyelaraskan kompetensi lulusan vokasi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Mendikdasmen menilai bahwa revitalisasi adalah bagian penting dari strategi nasional dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif. Oleh karena itu, progres revitalisasi sekolah terus dipercepat dan ditingkatkan jumlah sasarannya. 

"Alhamdulillah, pada 2025 pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi dan pembangunan unit sekolah baru di 16.167 satuan pendidikan, serta distribusi 288.865 Interactive Flat Panel (IFP)," ujar Menteri Mu'ti saat meresmikan SMK Negeri 3 Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (22/4).

Ia menambahkan bahwa pada tahun 2026, pemerintah meningkatkan skala intervensi secara signifikan agar manfaat revitalisasi dapat dirasakan lebih luas.

"Insya Allah, tahun ini pemerintah akan melakukan revitalisasi dan pembangunan unit sekolah baru sekitar 71 ribu satuan pendidikan."

Berdasarkan data per 23 April 2026, satuan pendidikan yang direvitalisasi di Provinsi Sulawesi Utara, sebanyak 255 sekolah dari berbagai jenjang. Dari jumlah tersebut, 106 sekolah di antaranya diresmikan langsung oleh Mendikdasmen pada kesempatan ini.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyambut baik capaian tersebut sebagai bentuk percepatan peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

"Revitalisasi ini sejatinya bukan sekadar mengejar keindahan bangunan. Fasilitas yang memadai adalah salah satu kunci untuk melahirkan generasi yang kompetitif dan siap kerja," ujar Victor.

Bagi pendidikan vokasi, revitalisasi menjadi titik balik yang nyata. Kepala SMK Negeri 3 Tondano, Imelda Monik, mengungkapkan bahwa revitalisasi telah mengubah wajah pembelajaran di sekolahnya, terutama pada Program Keahlian Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).

"Kini ruang praktik siswa kami telah berstandar industri. Tidak lagi terjadi kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja," ujar Imelda. 

Dengan dukungan anggaran sebesar Rp2,63 miliar, sekolahnya berhasil merehabilitasi ruang kelas, membangun ruang bimbingan konseling, toilet, serta ruang praktik yang dilengkapi peralatan modern. Transformasi ini memungkinkan siswa belajar dengan skenario kerja yang lebih nyata dan relevan.

Imelda juga menambahkan bahwa revitalisasi turut menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan tahan terhadap risiko bencana. "Beberapa waktu lalu terjadi gempa di Sulawesi Utara dengan magnitudo 7,6. Puji Tuhan, bangunan sekolah kami tetap kokoh, aman, dan tidak ada kerusakan," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Mendikdasmen menandatangani prasasti peresmian untuk perwakilan satuan pendidikan lintas jenjang, yaitu TK GMIM Nazaret Winebetan, SD GMIM Tempang, SMP Negeri 2 Kakas, SMA Negeri 1 Motoling Timur, SMK Negeri 3 Tondano, SLB Theresia Sonder, serta SPNF SKB Kota Manado.

Tim Schoolmedia

Lipsus Sebelumnya
TKA SD di Surabaya Berjalan Penuh Semangat Berkat Persiapan yang Matang

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar