Cari

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1 bagi 12.500 Guru TK Melalui Jalur RPL Pendaftaran Ditutup 24 Januari 2026


Schoolmedia News Jakarta = Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan program beasiswa besar-besaran bagi tenaga pendidik. Program ini ditargetkan bagi guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik Strata 1 (S1) atau Diploma 4 (D4), dengan fokus utama pada pendidik di jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan "kado khusus" bagi para pahlawan tanpa tanda jasa di seluruh pelosok negeri. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 37,5 miliar untuk mendanai pendidikan bagi 12.500 guru tahun ini. Langkah ini diambil guna mempercepat peningkatan kualitas SDM pengajar sesuai amanat Undang-Undang Guru dan Dosen.

Tahun lalu. sebanyak 6.745 guru TK telah mengikuti program ini. Di tahun ini jumlah kuota jauh lebih besar. syarat dan ketentuan serta pendaftaran dapat diakses melalui laman https://gtk.kemendikdasmen.go.id/sipka panitia mengingatkan pendaftaran ditutup tanggal 24 Januar 2026.

Berbeda dengan program beasiswa reguler, skema yang diusung kali ini adalah Rekognisi PembelajaranLampau (RPL) Tipe A. Melalui jalur ini, pengalaman mengajar dan pelatihan non-formal yang telah diikuti oleh guru selama bertahun-tahun akan dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS).

Pemerintah menetapkan sejumlah kriteria ketat namun inklusif untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar berdedikasi di lapangan. Berikut adalah rincian persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pendaftar:

1. Persyaratan Umum dan Administrasi

  • Status Mengajar: Calon penerima beasiswa harus berstatus aktif mengajar di satuan PAUD/TK minimal selama 2 tahun berturut-turut. Program ini terbuka baik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN (Guru Tetap Yayasan).

  • Data Dapodik: Pendaftar wajib terdaftar aktif dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Validitas data di Dapodik menjadi kunci utama kelulusan administrasi.

  • Kualifikasi Akademik: Khusus bagi lulusan SMA atau sederajat yang saat ini belum memiliki ijazah S1/D4 PG-PAUD.

  • Batasan Usia: Maksimal berusia 55 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran. Pemerintah juga memberikan perhatian khusus (prioritas) bagi guru yang berada di rentang usia 50–55 tahun sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian panjang mereka.

  • Dokumen Identitas: Menyiapkan KTP, Kartu Keluarga, SK Pengangkatan, serta SK Pembagian Tugas Mengajar terbaru.

  • NUPTK: Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang valid.

2. Persyaratan Kompetensi dan Portofolio

Mengingat skema yang digunakan adalah RPL, pendaftar diwajibkan menyusun Portofolio Capaian Pembelajaran. Dokumen ini berisi bukti-bukti pendidikan formal, non-formal, maupun dokumen hasil kerja yang menunjukkan kompetensi guru selama mengajar. Selain itu, diperlukan surat izin dari atasan atau kepala sekolah untuk mengikuti program pendidikan ini hingga tuntas.

3. Persyaratan Tambahan (Opsional/Spesifik)

Pada beberapa Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) atau universitas mitra, terdapat persyaratan tambahan seperti:

  • Kemampuan Bahasa: Sertifikat TOEFL ITP dengan skor minimal 450 atau sertifikat bahasa Inggris lainnya yang setara.

  • Kesehatan: Surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari fasilitas kesehatan resmi.

  • Motivasi: Pembuatan personal statement atau esai motivasi yang menjelaskan alasan kuat mengapa guru tersebut layak menerima beasiswa.

Dikutip dari pengumuman resmi Direktorat Guru PAUD dan PNF Kemendikdasmen, sistem RPL ini memungkinkan masa studi menjadi lebih singkat. Guru tidak perlu memulai kuliah dari nol, melainkan melanjutkan sisa kredit yang diperlukan berdasarkan penilaian portofolio pengalaman kerja mereka. Pendaftaran program ini dilakukan secara daring dan akan ditutup pada Senin, 25 Agustus 2026.

Alokasi Anggaran dan Target Capaian

Total anggaran sebesar Rp 37,5 miliar akan didistribusikan untuk mencakup biaya pendidikan (tuition fee) di universitas yang telah ditunjuk oleh Kemendikdasmen. Dengan target 12.500 guru, pemerintah berharap rata-rata sebaran penerima beasiswa mencakup seluruh provinsi di Indonesia, termasuk wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

"Kualitas pendidikan anak usia dini adalah fondasi dari generasi emas 2045. Kami tidak ingin ada guru TK yang terhambat karier dan kesejahteraannya hanya karena kendala biaya untuk menuntaskan gelar S1," ujar juru bicara Kemendikdasmen dalam keterangannya di Jakarta.

Tips Bagi Calon Pendaftar

Mengingat ketatnya persaingan dan pendeknya durasi pendaftaran, para guru disarankan untuk segera melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Validasi Dapodik: Pastikan nama dan status mengajar sudah "centang hijau" di sistem Dapodik pusat.

  2. Siapkan Berkas Digital: Scan dokumen asli (bukan fotokopi) seperti Ijazah SMA, SK, dan NUPTK agar terbaca jelas oleh sistem seleksi.

  3. Pantau Laman Resmi: Informasi detail mengenai daftar universitas mitra dapat diakses melalui laman beasiswa.kemdikbud.go.id.

  4. Cermati Jenis Program: Bedakan antara program reguler dan program afirmasi agar tidak salah dalam mengunggah persyaratan RPL.

Pendaftaran akan diproses sepenuhnya secara digital. Guru diminta waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Kemendikdasmen, karena seluruh proses seleksi ini tidak dipungut biaya sedikitpun (gratis).

Dengan berakhirnya masa pendaftaran pada 24 Januari 2026, pemerintah berharap proses seleksi administrasi dan akademik dapat diselesaikan dengan cepat sehingga perkuliahan semester ganjil dapat segera dimulai. Program ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam peningkatan profesionalisme guru PAUD di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Untuk guru PAUD di tahun 2026, ada beasiswa S1/D4 Kemendikdasmen melalui skema RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) untuk 150.000 guru yang belum S1/D4, dengan pendaftaran dimulai dan tersedia melalui platform seperti SIPKA untuk guru TK/PAUD. Selain itu, ada Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) GTK untuk jenjang S2/S3 dan beasiswa dari lembaga lain seperti NU Scholarship (program ongoing) yang juga tersedia, fokusnya pada peningkatan kualifikasi akademik guru PAUD. 
Program Beasiswa Utama untuk Guru PAUD (2026):
  1. Beasiswa S1/D4 Kemendikdasmen (RPL):
    • Target: Guru PAUD (TK), SD, SMP, SMA/SMK yang belum punya gelar D4/S1 dan terdaftar di Dapodik.
    • Skema: Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pengalaman mengajar diakui sebagai SKS, mempercepat studi.
    • Bantuan: Mencakup biaya kuliah dan hidup (Rp3 juta/semester).
    • Pendaftaran: Melalui Sistem Informasi Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru (SIPKA) di gtk.dikdasmen.go.id/sipka/ (pilih prodi PG PAUD).
  2. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Kemendikbudristek:
    • Target: Guru PAUD, SD, SMP, SMA/SMK (PNS/Swasta) terdaftar Dapodik, untuk S2/S3.
    • Keunggulan: Beasiswa penuh (biaya kuliah, hidup, buku, tunjangan keluarga pada skema tertentu).
    • Kerjasama: Dengan LPDP.
  3. Beasiswa Lain:
    • NU Scholarship: Ada program beasiswa ongoing untuk mahasiswa PG PAUD (contoh pendaftaran Januari 2026).
    • Monash University (Tahun Lalu): Pernah ada beasiswa Microcredential untuk Guru PAUD/SD, bisa jadi ada program serupa di tahun 2026. 

Lipsus Selanjutnya
Perlindungan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Permendikdasmen No. 4 Tahun 2026 Semakin Kuat
Lipsus Sebelumnya
Kemen PPPA Resmi Luncurkan SIMFONI PPA Versi 3.0 untuk Perkuat Manajemen Kasus

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar