Cari

Hari Desa Nasional 2026: Perempuan Jadi Pilar Utama Pembangunan Desa


Hari Desa Nasional 2026: Perempuan Jadi Pilar Utama Pembangunan Desa

Schoolmedia News JAKARTA = Momentum peringatan Hari Desa Nasional 2026 menjadi ajang krusial untuk mempertegas posisi perempuan dalam struktur pembangunan di tingkat tapak. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong agar perempuan tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan strategis di desa.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, dalam keterangannya di Jakarta, menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada inklusivitas. Menurutnya, partisipasi perempuan di desa merupakan indikator penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang adil dan merata.

“Perempuan adalah pilar utama dalam keluarga dan masyarakat desa. Ketika perempuan diberikan ruang untuk bersuara dan berkontribusi dalam perencanaan pembangunan desa, maka kebijakan yang dihasilkan akan lebih peka terhadap kebutuhan sosial, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Veronica, Kamis (15/1/2026).

Akses dan Partisipasi

Berdasarkan data kementerian, meski keterlibatan perempuan dalam perangkat desa menunjukkan tren positif, tantangan struktural dan kultural masih kerap ditemukan di lapangan. Veronica menyoroti pentingnya keterwakilan perempuan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Hal ini bertujuan agar alokasi Dana Desa dapat menyentuh isu-isu prioritas perempuan dan anak.

Kemen PPPA juga menekankan program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) sebagai model integrasi. Program ini bukan hanya soal perlindungan, melainkan juga pemberdayaan ekonomi. Wamen PPPA menyebutkan bahwa penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola perempuan di desa terbukti mampu menjadi katup penyelamat ekonomi lokal di tengah ketidakpastian global.

“Kami ingin memastikan bahwa suara perempuan tidak hanya hadir sebagai pelengkap administratif, tetapi benar-benar mewarnai arah kebijakan desa. Kepemimpinan perempuan di desa membawa perspektif empati dan ketelitian yang sangat dibutuhkan dalam mengelola sumber daya desa,” tambahnya.

Perlindungan dan Literasi

Selain aspek ekonomi dan politik, Hari Desa Nasional 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan bagi perempuan dan anak di wilayah perdesaan. Veronica menekankan perlunya peningkatan literasi digital bagi perempuan desa guna menghindari ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan kekerasan berbasis gender yang kian marak melalui ruang siber.

Pemerintah terus berkoordinasi dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT) untuk memastikan sinergi program. Salah satu fokus utamanya adalah menurunkan angka tengkes (stunting) dan pernikahan anak yang prevalensinya masih cukup tinggi di beberapa kawasan perdesaan.

Kemen PPPA meyakini bahwa dengan memberikan akses pendidikan dan pelatihan yang setara, perempuan desa mampu bertransformasi menjadi agen perubahan yang mandiri. Investasi pada perempuan desa dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang.

“Jika perempuan di desa berdaya, maka desa tersebut akan maju. Jika desa-desa kita maju, maka Indonesia akan kuat. Inilah esensi dari membangun Indonesia dari pinggiran,” pungkas Veronica.

Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi komitmen nyata bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menempatkan kesetaraan gender sebagai strategi utama pembangunan nasional.

Tim Schoolmedia 


Lipsus Selanjutnya
SMK Perikanan dan Kelautan Belum Dioptimalkan Dukung Produksi Paket MBG Enak dan Bergizi
Lipsus Sebelumnya
Presiden Prabowo Gelar Taklimat dengan Rektor dan Guru Besar, Bahas Arah Pendidikan Tinggi Nasional

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar