Ilustrasi emosional, Ilus: Pixabay
Psikolog politik Hamdi Moelek mengatakan calon legislatif yang bertarung dalam pemilihan umum 2019 berpotensi mengalami stres karena spekulasi yang terlalu tinggi.
"Kalau memang spekulasinya terlalu tinggi, enggak punya uang, terlalu yakin menang, terus minjam uang ke mana-mana, punya utang menumpuk karena mungkin ekspektasinya enggak realistis akan mengalami gangguan jiwa," ujar Hamdi di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.
Hamdi mengatakan, gangguan jiwa cenderung tidak akan terjadi pada calon legislatif yang memiliki banyak uang yang memang berencana untuk menghabiskan uang. Caleg yang memiliki modal sosial besar, kata Hamdi, cenderung memiliki modal kapital yang kecil. Begitu pula sebaliknya.
"Harus realistislah. Kalau sudah punya modal sosial di Dapil (Daerah Pemilihan), modal kecil. Tapi, kalau orang enggak punya modal sosial, pasti jor-joran, dan tidak realistis targetnya," kata Hamdi.
Baca juga: Wali Kota: Jangan Ada Lagi Perbedaan Setelah Pemilu
Sementara itu, bagi selebritas yang masuk ke ranah politik, menurut Hamdi, akan cenderung lebih percaya diri untuk mendapat lebih banyak suara. Meskipun, menurut Hamdi, popularitas bukan jaminan.
"Karena calon legislatif begitu banyak, pemilih cenderung melihat partai pengusungnya. Dengan begitu, partai lama yang diuntungkan," kata Hamdi.
Dari awal, kata Hamdi melanjutkan, mereka yang berspekulasi lewat jalur partai baru seharusnya tidak berekspektasi terlalu besar.
Berdasarkan data hari ini, ada tujuh partai politik terancam tidak lolos parlemen setelah perolehan suara mereka masih berada di bawah empat persen. Data tersebut diambil menurut hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga Indo Barometer.
Baca juga: Menkominfo Imbau Hentikan Perang Opini di Medsos
Ketujuh partai tersebut adalah Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dengan suara 2,67 persen, Partai Berkarya yang meraih 2,12 persen suara, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebesar 2,07 persen, dan Partai Hanura dengan kumpulan suara 1,64 persen.
Tiga urutan terbawah ditempati Partai Bulan Bintang (PBB) dengan perolehan suara 0,84 persen, Partai Garuda sebanyak 0,57 persen dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dengan capaian suara 0,27 persen. Perolehan suara sementara ketujuh partai tersebut tidak memenuhi ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen.
Tinggalkan Komentar