Cari

Wagub: Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Ilustrasi penghitungan pemanfaatan dana desa, Foto: pixabay

 

Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel), Mawardi Yahya mengatakan, dana desa yang dikuncurkan pemerintah pusat pemanfaatannya harus tepat sasaran terutama untuk mengurangi kemiskinan.

"Dana desa yang telah dikucurkan beberapa tahun lalu tetapi pemanfaatannya belum begitu tepat sasaran", ujarnya saat Rapat Koordinasi Program Inovasi Desa (PID) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Sumsel di Palembang, Selasa, 9 April 2019.

Pemerintah dalam mengurangi kemiskinan masyarakat yang ada di desa, kata Mawardi, memberikan bantuan melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi ke Seluruh Indonesia termasuk di Sumsel.

 

Baca jugaButuh Dana Rp 200 Miliar untuk Pulihkan Pendidikan Pascabencana di Sulteng

 

Menurut Mawardi, sejatinya tujuan pemerintah pusat memberikan bantuan dana desa Rp1 miliar tiap desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus pemberdayaan ekonomi pedesaan.

Namun, kata Mawardi, justru selama ini dana desa belum begitu berdampak dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sehingga pemanfaatannya harus tepat sasaran.

"Memang, selama ini dana desa kebanyakan dipergunakan untuk pekerjaan fisik, seperti pembagunan jalan setapak. Ini berarti apa yang diharapkan pemerintah pusat dengan menggelontorkan dana triliuan selama tiga tahun terakhir tidak tepat sasaran," kata Mawardi menjelaskan.

Menurut Mawardi, pihaknya berharapnya adanya pendampingan dana desa untuk bisa membantu meningkatkan ekonomi di setiap desa dalam memanfaatkan anggaran pusat. Selain itu juga perlu mencari inovasi supaya bisa mengerakan ekonomi desa seperti melalui Bumdes dan lain-lain.

 

Baca jugaKejari Mataram Terima Limpahan Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 1 Narmada

 

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumsel, Yusnin mengatakan, dana desa diperuntukan untuk dua hal yaitu infrastruktur dan pemberdayaan. Namun, penggunaanya tidak dibatasi untuk infrastruktur dan pemberdayaannya.

"Memang, program pembangunan masyarakat ada program inovasi agar masing-masing desa bisa berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Yusnin. 

Lipsus Selanjutnya
Anies Sebut Musrenbang Libatkan RW dan Mahasiswa
Lipsus Sebelumnya
Teroris Sandera Peserta Rapat Jadi Skenario Latihan Penanggulanan Terorisme

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar