Cari

Teroris Sandera Peserta Rapat Jadi Skenario Latihan Penanggulanan Terorisme

Ilustrasi latihan penanggulangan terorisme, Foto: pixabay

 

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar latihan penanggulangan terorisme gabungan yang melibatkan Satuan-81 (Sat-81) Kopassus TNI Angkatan Darat (AD), Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI Angkatan Laut (AL) dan Satbravo-90 Paskhas TNI Angkatan Udara (AU). Simulasi tersebut digelar pada Selasa (9/4) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Dalam latihan tersebut, skenarionya berupa kelompok teroris asing berhasil menguasai lokasi rapat koordinasi yang diselenggarakan pemerintah. Merkea kemudian menyandera orang-orang yang berada di dalam lokasi rapat. 

Kemudian, Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI melakukan negosiasi dengan para teroris untuk memberi waktu kepada Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI melakukan konsolidasi dan mempersiapkan operasi penyelamatan.

Simulasi operasi antiteror dibuka dengan aksi penembak jitu TNI  yang melumpuhkan teroris yang berada di atap gedung dan garis pantai. Teroris tersebut menjadi sasaran pertama karena fungsinya sebagai mata kawanan teroris untuk memantau situasi di luar lokasi yang mereka kuasai.

Setelah mata para teroris itu dilumpuhkan, operasi berlanjut dengan serbuan oleh pasukan infantri mekanis yang menyerbu dari pintu depan.

Secara simultan, pasukan Gultor TNI juga melakukan infiltrasi dari udara dengan menggunakan satu unit helikopter Super Puma dan Bell. Pasukan yang berada di atap gedung lalu menuruni gedung dengan tali dan meledakkan kaca gedung. Tujuannya untuk memberikan unsur kejutan sekaligus menerobos masuk ke dalam gedung yang dikuasai teroris.

Menyadari adanya pihak yang menerobos ke dalam, para teroris kemudian berusaha melarikan diri dengan kapal cepat sambil membawa sandera. Teroris yang berusaha kabur itu sempat terlibat baku tembak dengan personel TNI.

Sejumlah teroris berhasil dilumpuhkan dengan bantuan anjing pemburu (K9) TNI, namun ada yang berhasil mencapai kapal cepat dengan membawa seorang sandera. 

Pasukan Gultor TNI yang berjaga pantai kemudian melakukan pencegatan terhadap kapal cepat teroris untuk kemudian melumpuhkan teroris dan membebaskan sandera.

Sandera yang berada di atas kapal membutuhkan evakuasi cepat sehingga pasukan Gultor kemudian mengerahkan satu unit helikopter Bell untuk mengevakuasi sandera. Namun karena situasi tidak memungkinkan untuk melakukan evakuasi dengan helikopter, akhirnya sandera dievakuasi dengan kapal cepat milik pasukan anti terror TNI.

Panglima TNI meninjau latihan Satgultor TNI di Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4), Sumber: tni.mil.id

 

Bagian akhir simulasi adalah operasi penyisiran oleh Unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) di lokasi penyanderaan untuk melakukan deteksi dan evakuasi terhadap bahan peledak yang ditemukan di lokasi penyanderaan.

Setelah lokasi dinyatakan steril melalui kode Bravo Zulu, kemudian diumumkan sebagai sinyal bahwa misi berhasil dilaksanakan dan dilanjutkan dengan penyerahan teroris yang berhasil ditangkap kepada satuan kewilayahan dan kepolisian.

Latihan gabungan penanggulangan terorisme ini mengusung tema "Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme di Wilavah DKI Jakarta Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI."

Tujuan latihan ini adalah menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI melaksanakan operasi penanggulangan terorisme untuk menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang diperkirakan akan terjadi.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanyo, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna turut hadir di lokasi simulasi. 

Lipsus Selanjutnya
Wagub: Dana Desa Harus Tepat Sasaran
Lipsus Sebelumnya
KPPAD Minta Media Tidak Vulgar Beritakan tentang Anak

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar