Cari

Bank Sampah Pramuka Unipa Serap Ratusan Kg Sampah Plastik di Manokwari

Sampah plastik, Foto: pixabay

 

Bank Sampah Pramuka Universitas Papua (Unipa) Manokwari, Papua Barat, menyerap sampah plastik terutama botol kemasan dari masyarakat di daerah tersebut. Botol plastik kemasan dari berbagai produk minuman itu dikumpulkan dari warga, kemudian didaur ulang menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi.

"Sejauh ini kami sudah mengumpulkan limbah plastik dari Biryosi sekitar 335,9 kg dari 20 nasabah yang sudah terdaftar," kata Pembina UKM Pramuka Unipa, Yohanes Ada Lebang pada Minggu, 7 April 2019.

Lebang menjelaskan, Biryosi merupakan salah satu kampung binaan yang terpilih dalam program Corporite Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (persero). Pada program ini PT Pertamina menggandeng Bank Sampah Pramuka Unipa untuk menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi masyarakat.

 

Baca jugaAtasi Keluhan Warga, Mahasiswa Unila Ubah Sampah Plastik Jadi Minyak

 

Pada Minggu (7/4) Bank Sampah Pramuka Unipa kembali datang untuk kesekian kalinya di Kampung Biryosi. Mereka melakukan penimbangan limbah plastik di kampung tersebut.

Yohanes menjelaskan, Bank Sampah menyerap sampah plastik dengan cara membeli dari masyarakat yang telah terdaftar sebagai nasabah. Setiap 1 kg botol plastik dibeli dengan harga Rp.1000.

Lebang berharap seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, swasta dan masyarakat mendukung kehadiran Bank Sampah UKM Pramuka. Ini, kata Lebang, upaya Pramuka Unipa agar limbah sampah tidak dibuang sembarang mencemari lingkungan.

"Terutama di wilayah pesisir, limbah plastik dapat merusak ekosistem laut, merusak terumbu karang dan mencemari air laut," kata Lebang menegaskan.

 

Baca jugaUN Environment Harapkan Peran Besar Indonesia Cegah Sampah Laut

 

Terkait dengan bertambahnya penghasilan keluarga dengan adanya bank sampah ini, Ketua RT 02/RT 08 Kampung Biryosi, Paulus Mayor di Manokwari mengatakan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk mendukung program ini. Dia berharap, ada subsidi dari semua pihak sehingga Bank Sampah menaikan harga beli limbah plastik.

"Meskipun kecil, ini sebagai peluang usaha yang bisa menambah pendapatan keluarga. Lebih dari itu, kita berupaya menjaga lingkungan hidup di mana kita tinggal," kata Paulus. 

Lipsus Selanjutnya
Wali Kota Padang: Anak Autis Karunia Tuhan
Lipsus Sebelumnya
Yogyakarta Mampu Kurangi 21 Persen Sampah Rumah Tangga

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar