DKI Siapkan 1.170 Peladen untuk UNBK SMA

Server, Foto: Pixabay

 

Sebanyak 1.170 peladen (server) telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah DKI Jakarta pada 2019.

"Untuk SMA sudah jauh-jauh hari mempersiapkan UNBK," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono saat meninjau pelaksanaan UNBK di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 26 Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019.

Jumlah peladen untuk UNBK SMA di DKI Jakarta lebih banyak dibandingkan untuk UNBK SMK, yang hanya menggunakan 1.151 peladen.

Dinas Pendidikan telah melakukan berbagai persiapan untuk menyelenggarakan UNBK tingkat SMA yang dijadwalkan berlangsung 1, 2, 4 dan 8 Apri 2019, antara lain menyelaraskan peladen dengan komputer yang ada di sekolah. Dinas juga berusaha memastikan aliran listrik tidak terganggu selama UNBK dengan menyurati kembali PT PLN.

"PLN akan kami surati lagi untuk mendukung pelaksanaan UNBK, baik SMK, SMA, SMP, termasuk Madrasah Aliyah (MA), Tsanawiyah (MTs), dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)," kata Ratiyono.

 

Baca jugaMendikbud: UNBK Hilangkan 99 Persen Kecurangan

 

Ratiyono menyebutkan UNBK SMA di DKI Jakarta akan diikuti 56.226 siswa di 481 sekolah, baik negeri maupun swasta, termasuk di antaranya 53 siswa berkebutuhan khusus.

"Siswa inklusi atau berkebutuhan khusus ini tersebar di berbagai wilayah, misalnya delapan siswa di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dua siswa, kemudian delapan siswa di Jakarta Selatan," ujar Ratiyono.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 21 Jakarta dan juga Ketua MKKS I Jakarta Timur Taga Radja Gah menyebutkan sekolah sudah mempersiapkan UNBK, termasuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi.

"Sudah beberapa kali rapat koordinasi tingkat provinsi. Ketua rayon dan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) dikumpulkan untuk menginventarisasi permasalahan tahun lalu agar tidak terjadi lagi," kata Taga.

 

Baca jugaDinas Pendidikan Jatim Anggarkan Rp 20 Miliar untuk UNBK

 

Ia menjelaskan penyelenggara ujian antara lain menyiapkan Transfer Response (TR), perangkat lunak untuk merekam jawaban siswa untuk mengantisipasi kemungkinan jaringan listrik tiba-tiba mati atau koneksi terputus.

"Jadi, siswa tidak harus mengulang pengerjaan soal dari nomor satu. Kemudian, 'back up' data dalam hardisk lain. Ini penting. Jika terjadi masalah, tinggal ganti hardisk. Tidak perlu sinkronisasi dari awal," ujar Taga.

Pada UNBK 2019, SMAN 21 Jakarta menyiapkan empat peladen utama plus satu cadangan untuk pelaksanaan ujian yang diikuti 252 siswa, yang terdiri atas 180 siswa program IPA dan 72 siswa IPS.

Lipsus Selanjutnya
Pemprov Jateng Siapkan Pergub Pendidikan Antikorupsi untuk Semua Sekolah
Lipsus Sebelumnya
Perangi Sampah Plastik, AS Kucurkan Rp 18 Miliar ke Yayasan di Indonesia

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar