Cari

Akademisi: Guru di NTT Perlu Adaptasi untuk Perkuat Kepemimpinan Milenial

Ilustrasi generasi milenial, Foto: Pixabay


Para guru di Provinsi Nusa Tenggara Timur perlu memperkuat karakter kepemimpinan milenial  untuk beradaptasi dengan lingkungan peserta didik yang melek teknologi. Akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Karolus Kopong Medan menyampaikan hal ini.

"Perilaku generasi milenial saat ini menuntut guru-guru sekolah untuk mengubah pola kepemimpinan cara lama yang kental dengan pola birokratis menjadi pendekatan dengan 'mindset' digital," kata Karolus di Kupang, Selasa, 19 Maret 2019.

Dalam Seminar Akademik bertema "Kepemimpinan di Era Milenial, Tantangan dan Perspektif Baru Membangun NTT" di Milenium Ballroom Kupang, dosen Fakultas Hukum Undana itu juga mengatakan bahwa generasi milenial atau kelompok demografi setelah Generasi X dengan usia berkisar dari 15-37 tahun sebagai generasi unik dibandingkan dengan generasi sebelumnya, terutama berkaitan dengan teknologi.

 

Baca jugaMasuk Ekonomi Digital, Direksi BPJS-TK: Generasi Milenial Hadapi Era Industri 4.0

 

Di NTT, kata Karolus melanjutkan, jumlah penduduk generasi milenial berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018, tercatat 2.004.437 orang dari total penduduk di provinsi itu 5.203.514 orang.

"Mereka (generasi milenial) sangat unik karena ketika lahir sudah berhadapan dengan televisi berwarna, handphone, dan internet, sehingga sangat menguasai teknologi," kata Karolus.

Untuk itu, ia melanjutkan, guru-guru sebagai pemimpin di sekolah maupun lingkungan masyarakat perlu meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam menggunakan berbagai produk teknologi agar bisa masuk dalam pola atau kebiasaan hidup generasi milenial.

Ia mencontohkan tentang ruang pertemuan fisik yang bisa beralih ke ruang pertemuan digital melalui berbagai jejaring media sosial, seperti Whatsapp, Facebook, dan email.

"Pemanfaatan teknologi secara praktis seperti ini yang lebih diminati generasi milenial saat ini dibandingkan pola-pola birokratis yang cenderung lebih membosankan," katanya.

 

Baca jugaBerikan Layanan Bintang Lima, LRT Jakarta Rekrut SDM Milenial

 

Karolus menambahkan karakter kepemimpinan milenial juga menuntut para guru untuk cerdas dan lincah dengan cara memperbanyak membaca buku, mengobservasi peristiwa, dan melakukan kunjungan-kunjungan lapangan.

Seminar ini dihadiri lebih dari 900 calon wisudawan dari Universitas Terbuka Kupang yang sebagian besar merupakan guru-guru dari berbagai daerah di NTT.

Lipsus Selanjutnya
Mantan Sekdis Pendidikan Makassar Bantah Terima Uang
Lipsus Sebelumnya
Kenaikan Gaji PNS Sudah Diputuskan Sejak 2018

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar