Cari

Bangun Motivasi Belajar, Prajurit TNI Berikan Bimbel kepada Pelajar di Perbatasan

Prajurit TNI membantu mengajar di SD Negeri Inpres Yowong, Distrik Arso Barat, Maret 2019. Foto: @tni_angkatan_darat/Instagram

 

Prajurit TNI dari Yonif 725/WRG memberikan bimbingan belajar (bimbel) di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) kepada para pelajar SMPN 1 Web, di Kampung Ubrub, Distrik Yaafi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Pemberian tambahan pelajaran kepada pelajar SMP Negeri 1 Web itu prajurit lakukan di sela-sela menjalankan tugas pokok sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan.  

"Kami juga selalu sigap dalam membantu ataupun memberikan pelayanan kepada masyarakat yang berada di sekitarnya, salah satunya yaitu merangkul anak-anak sekolah khususnya yang berada di perbatasan untuk tetap selalu semangat dalam menuntut ilmu," kata Komandan Pos (Danpos) Ubrub Kapten (Inf) Isnadi Edi Darmawan di Kota Jayapura, Kamis malam, 14 Maret 2019.

 

Baca jugaKemendikbud Berikan Pelatihan 40 Jam kepada TNI Mengajar di Perbatasan

 

Dalam kegiatan itu, kata Isnadi, Pratu Asriadi menjadi seorang guru bimbel dan memberikan pelajaran-pelajaran sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru-guru di sekolah. Dalam suasana terbuka, dan sesekali mengajak para murid bercanda tawa, aktivitas bimbingan pelajaran itu dilakukan prajurit. Ia berharap, para murid bisa gembira dalam menerima pelajaran yang diberikan.

"Dalam bimbingan belajar ini anak-anak sengaja kami ajak ke tempat terbuka dan sejuk, mereka juga sesekali kami ajak bercanda saat pelajaran berlangsung agar suasananya santai, sehingga mereka dapat mencerna dan menerima pelajaran yang diberikan dengan baik," kata Isnadi.

Kegiatan bimbel itu, Isnadi menjelaskan, bertujuan untuk memberikan dan membangun motivasi belajar anak-anak untuk terus menuntut ilmu. Dalam kegiatan ini para murid juga diberikan kebebasan untuk bertanya ataupun saling bertukar pikiran sehingga mereka lebih kreatif dan mempunyai wawasan yang luas.  

 

Baca jugaTentara Mengajar di 3T, Mendikbud: Bukan untuk Gantikan Guru

 

Menurut Dansatgas Yonif 725/Woroagi Letkol (Inf) Hendry Ginting S pada masa-masa SMP ini, para murid tersebut merupakan anak usia emas yang harus dididik dengan lembut. Dalam usia ini merupakan masa dimana mereka menginjak usia remaja dalam pembentukan karakter dan mulai mencari jati dirinya.  

"Saya juga minta ke personel saya, jangan sampai ada bentuk paksaan yang mengakibatkan terbentuk watak yang keras. Ajarkan dengan model pendidikan yang komunikatif dengan banyak tanya jawab, diajak mengenal untuk apa belajar dan siapa dirinya yang menjadi harapan bangsa dan negara, sehingga akan memberikan kesan positif dan motivasi kepada siswa siswi," kata Hendry.

Lipsus Selanjutnya
Indonesia Kutuk Aksi Terorisme di Selandia Baru
Lipsus Sebelumnya
Utamakan Logistik KPU, Pengiriman Perangkat Fasilitas UNBK Tertunda

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar