Dua Anak yang Diduga Terlibat dalam Kasus Kematian Bocah Down Syndrome Menjalani Pemeriksaan Kejiwaan

- Dua anak yang diduga terlibat dalam kasus perundungan terhadap seorang anak penyandang Down syndrome hingga meninggal dunia di kawasan Rungkut, Surabaya, menjalani pemeriksaan kondisi kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Menur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis keduanya sebagai bagian dari penanganan kasus tersebut.
Korban berinisial Z, berusia 10 tahun, ditemukan meninggal dunia di teras rumahnya pada September 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki keterbatasan fisik sehingga membutuhkan perhatian dan perlindungan khusus. Keluarga menduga korban mengalami kekerasan yang melibatkan dua anak tetangganya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya, Ida Widayati, menyampaikan bahwa pemerintah kota turut memberikan pendampingan kepada keluarga korban. Penanganan terhadap anak-anak yang diduga terlibat juga dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait.
Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa kasus yang melibatkan anak harus ditangani dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Hasil pemeriksaan psikologis akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan berikutnya.
Selain itu, pemerintah kota berupaya mencegah terjadinya perundungan melalui edukasi kepada anak, orang tua, dan masyarakat, termasuk melalui layanan pendampingan keluarga serta sosialisasi di sekolah dan lingkungan tempat tinggal.
Sementara itu, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui peran masing-masing anak yang diduga terlibat. Penanganan perkara tetap harus memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku bagi anak yang berhadapan dengan hukum.
Sumber: CNN Indonesia
Penulis berita awal: CNN Indonesia
Penyunting: Melia Susilawati
Berita Lainnya:
Krisis Kesehatan Dampak Karhutla: Ribuan Nakes Diterjunkan Usai Ratusan Ribu Warga Terjangkit ISPA
Pegawai Bank di Bondowoso Ditusuk Orang Tak Dikenal Saat Melintas di Jalan Sepi
Penjelasan BNPB Terkait Fenomena Lubang Api Bawah Tanah di Lokasi Karhutla Palangkaraya