Penjelasan BNPB Terkait Fenomena Lubang Api Bawah Tanah di Lokasi Karhutla Palangkaraya
SCHOOLMEDIA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan penjelasan resmi mengenai fenomena lubang api bawah tanah di area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yang sempat viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan rongga tanah menganga berisi bara api menyala yang tengah ditangani petugas pemadam di lapangan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan ground fire atau api bawah permukaan yang lazim terjadi pada lahan gambut. Karakteristik lahan gambut yang kaya akan tumpukan material organik tebal dan gas metana membuat bara api tetap menyala di bawah tanah, meskipun permukaan atasnya tampak sudah padam. Ketika lapisan organik tersebut habis terbakar, struktur tanah di atasnya melesak dan membentuk rongga atau lubang api.

Berton menambahkan, sifat api bawah tanah yang tersembunyi membuat penanganannya tidak mudah dan sulit terdeteksi oleh citra satelit pemantau hotspot biasa. Untuk memadamkannya, tim satgas melakukan pembasahan total (ground soaking) menggunakan teknik penyuntikan air (water injection) bertekanan tinggi ke dalam lapisan gambut. Upaya ini juga dikombinasikan dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan, pembuatan sumur bor, serta penutupan sekat kanal guna menjaga kelembapan tanah.
BNPB pun mengimbau masyarakat untuk membatasi akses dan tidak mendekati lokasi terdampak. Pasalnya, struktur tanah di area bekas terbakar sangat rapuh dan rawan ambles, sehingga berisiko tinggi menyebabkan warga terperosok ke dalam rongga bara panas.
Sumber: CNN Indonesia
Penulis Asli: Tim Redaksi CNN Indonesia
Penyunting: Athalla
Foto: Hanya sebagai ilustrasi (Sumber:Pexels)
Berita Lainnya:
Krisis Kesehatan Dampak Karhutla: Ribuan Nakes Diterjunkan Usai Ratusan Ribu Warga Terjangkit ISPA
Ledakan Tabung Gas Hantam Pasar Cimanggis Tangsel: Ruko Porak-Poranda, 2 Orang Meninggal dan 12 Luka-Luka
DPR Minta Kemenhaj Tingkatkan Perlindungan Jemaah Umrah akibat Konflik di Riyadh