Alasan Purbaya Dicopot dari Menkeu Menurut CSIS: Minim Backup Politik

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026) menarik perhatian pengamat politik. Purbaya yang digantikan oleh Suahasil Nazara dinilai menjadi salah satu figur menteri yang tergolong rentan terkena perombakan kabinet.
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Arya Fernandes, menilai menteri dari kalangan non-partai politik memang memiliki posisi yang lebih rawan dibanding mereka yang memiliki dukungan parpol. Menurutnya, menteri yang menjabat sebagai ketua umum atau sekretaris jenderal partai politik—seperti Menko Infrastruktur AHY dan Menko Pemberdayaan Masyarakat Cak Imin—memiliki peluang di-reshuffle yang relatif jauh lebih kecil karena kuatnya basis politik di belakang mereka.
Purbaya sendiri mengetahui keputusan pencopotannya melalui telepon dari Istana saat tengah menghadiri rapat bersama DPD RI di Kompleks Parlemen. Meski ia menduga pencopotannya berhubungan dengan langkah perombakan ratusan pejabat di Kementerian Keuangan yang sempat dilakukannya, Purbaya menegaskan bahwa pergantian menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
Arya juga menambahkan bahwa ketiadaan pola dan alasan yang jelas mengenai waktu pelaksanaan reshuffle kerap membuat para pejabat menteri merasa waswas akan kepastian posisi mereka di pemerintahan
Sumber berita: Tribun News
Berita Lainnya:
Perbandingan Karakter Tiga Menkeu: Suahasil Nazara Dinilai Punya Gaya Kebijakan Mirip Sri Mulyani
Soroti Aturan Praperadilan Terbaru, Roy Suryo Kritik Pedas SEMA Nomor 3 Tahun 2026