Anak Habiskan 5-7 Jam Sehari Main Ponsel, KPAI Minta Penggunaan Gawai Jadi Perhatian Serius

Schoolmedia News – Tingginya durasi penggunaan ponsel oleh anak-anak menjadi perhatian serius di tengah semakin kuatnya aktivitas digital dalam kehidupan sehari-hari. Data yang disoroti menunjukkan anak dapat menghabiskan waktu sekitar 5-7 jam per hari menggunakan perangkat digital.
Durasi tersebut menjadi perhatian karena penggunaan gawai yang terlalu lama dapat mengurangi waktu anak untuk melakukan aktivitas lain yang penting bagi tumbuh kembang, seperti belajar, beristirahat, berolahraga, bermain secara langsung, serta berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai persoalan penggunaan perangkat digital pada anak perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Orang tua, sekolah, pemerintah, serta penyedia platform digital memiliki peran dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak.
Bukan Sekadar Persoalan Durasi
Penggunaan ponsel pada anak tidak selalu harus dipandang negatif. Perangkat digital juga dapat digunakan untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas.
Karena itu, perhatian tidak hanya tertuju pada berapa lama anak menggunakan ponsel, tetapi juga untuk apa perangkat tersebut digunakan. Aktivitas belajar tentu memiliki karakter berbeda dengan penggunaan perangkat secara pasif dalam waktu yang panjang.
KPAI mendorong adanya pendampingan agar anak dapat memahami batas penggunaan perangkat digital. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif apabila dilakukan melalui komunikasi terbuka antara anak dan orang tua.
Peran Orang Tua dan Sekolah
Orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak membangun kebiasaan digital yang sehat. Aturan penggunaan perangkat dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak, termasuk memastikan waktu tidur, belajar, aktivitas fisik, dan interaksi keluarga tidak terganggu.
Sekolah juga dapat membantu melalui edukasi mengenai literasi digital dan keamanan di internet. Anak perlu dibekali kemampuan untuk memahami risiko di ruang digital sekaligus menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
Pemerintah pun terus menghadapi tantangan dalam menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak. Perlindungan anak di ruang digital menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan internet dan perangkat elektronik sejak usia sekolah.
Tingginya durasi penggunaan ponsel menjadi pengingat bahwa teknologi seharusnya digunakan secara seimbang. Dengan pendampingan orang tua, edukasi dari sekolah, serta lingkungan digital yang aman, anak dapat memperoleh manfaat teknologi tanpa mengabaikan kebutuhan tumbuh kembang dan kehidupan sosialnya.
_
Berita Lainnya:
Rayakan HUT ke-81 RI, Naik MRT, LRT, dan TransJakarta Cuma Rp1 pada 17 Agustus
Jorge Martin Tak Terkejar, Menang Sprint Race MotoGP Inggris 2026 di Silverstone
Induk TikTok Siapkan Model AI Raksasa, ByteDance Targetkan 10 Triliun Parameter