Mengenal Green School: Konsep Sekolah Ramah Lingkungan yang Mulai Berkembang di Dunia

Jakarta – Perubahan iklim, meningkatnya suhu bumi, dan berbagai persoalan lingkungan mendorong dunia pendidikan untuk ikut mengambil peran dalam membangun generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan. Salah satu konsep yang kini semakin banyak diterapkan di berbagai negara adalah Green School, yaitu sekolah yang tidak hanya mengajarkan tentang lingkungan, tetapi juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek kehidupan sekolah. Menurut UNESCO, Green School merupakan lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan berkelanjutan ke dalam tata kelola sekolah, proses pembelajaran, pengelolaan fasilitas, hingga keterlibatan masyarakat.
Berbeda dengan sekolah yang hanya memiliki program penghijauan atau kegiatan menanam pohon, Green School menerapkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Konsep ini mencakup pengelolaan energi yang efisien, pengurangan sampah, penggunaan air secara bijak, pembangunan gedung yang ramah lingkungan, serta pembelajaran yang mengajak siswa memahami perubahan iklim dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan. Tujuannya adalah membentuk peserta didik yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
UNESCO bersama Greening Education Partnership (GEP) telah menerbitkan Green School Quality Standard, sebuah standar internasional yang menjadi acuan bagi sekolah-sekolah di seluruh dunia. Standar tersebut menitikberatkan pada empat aspek utama, yaitu tata kelola sekolah, fasilitas dan operasional, proses belajar mengajar, serta kemitraan dengan masyarakat. Melalui standar ini, UNESCO menargetkan agar setidaknya 50 persen sekolah di setiap negara menerapkan prinsip Green School pada tahun 2030. Hingga pertengahan 2026, lebih dari 110.000 sekolah di 98 negara telah mulai menyelaraskan diri dengan standar tersebut.
Dalam praktiknya, Green School menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya mempelajari teori tentang lingkungan di ruang kelas, tetapi juga diajak melakukan kegiatan nyata seperti memilah sampah, membuat kompos, menanam tanaman, memantau penggunaan listrik dan air, hingga mengembangkan proyek daur ulang. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik belajar bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di sekolah.
Sejumlah sekolah di berbagai negara juga mulai memanfaatkan desain bangunan yang ramah lingkungan. Penggunaan pencahayaan alami, ventilasi silang, panel surya, penampungan air hujan, serta ruang terbuka hijau menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang sehat sekaligus mengurangi konsumsi energi. Selain menekan emisi karbon, lingkungan sekolah yang nyaman dinilai mampu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik.
Di Indonesia, konsep sekolah ramah lingkungan sebenarnya telah dikenal melalui berbagai program seperti Adiwiyata yang mendorong sekolah membangun budaya peduli lingkungan. Kehadiran standar Green School dari UNESCO dapat menjadi referensi untuk memperkuat berbagai program tersebut sehingga tidak hanya berfokus pada penghijauan, tetapi juga mencakup pembelajaran, pengelolaan sekolah, serta kolaborasi dengan masyarakat sekitar.
Para ahli menilai bahwa Green School bukan sekadar tren pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam membentuk karakter generasi muda. Ketika siswa terbiasa menghemat energi, mengurangi sampah, dan memahami dampak perubahan iklim sejak dini, mereka akan membawa nilai-nilai tersebut hingga dewasa. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kepedulian terhadap bumi dan masa depan bersama.
Tim Schoolmedia
Berita Lainnya:
BGN Kaji Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Minta Program Makan Bergizi Gratis Diprioritaskan untuk Kelompok yang Paling Membutuhkan
Wapres Tinjau MTs Way Bungur, Tegaskan Penguatan Pendidikan untuk Sekolah Negeri dan Swasta