Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Nasional

Kepala Sekolah Diimbau Bersinergi Dengan Dukcapil Buatkan Akte Kelahiran Agar Anak Bisa Srkolah

author Eko Schoolmedia
Jun 27, 2026 |


Menyambut Langkah Si Buah Hati ke Satuan PAUD, Menenun Kasih di MPLS Ramah TK dan Sepekan Awal Aktivitas di Sekolah

DENPASAR, Schoolmedia — Rona bahagia sekaligus debar haru berselimut hangat di dada para orang tua yang bersiap melepas langkah pertama buah hati mereka ke gerbang sekolah. Pada 13 Juli 2026 mendatang, tahun ajaran baru 2026/2027 resmi dimulai. Di tingkat Taman Kanak-kanak (TK), momen krusial ini akan ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah—sebuah konsep transisi yang didesain penuh kelembutan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memastikan anak-anak melangkah tanpa rasa takut, melainkan dengan binar mata penuh sukacita.


Seiring dengan persiapan penyambutan tersebut, sebuah seruan penting bergema dari Pulau Dewata. Dalam forum Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator PAUD Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) Regional Tiga di Denpasar, Bali, para Kepala Sekolah TK diajak untuk proaktif membangun sinergi erat dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat; sebuah langkah jemput bola guna membantu para orang tua menyegerakan pembuatan Akta Kelahiran dan dokumen kependudukan anak, demi terpenuhinya hak konstitusional paling mendasar sang anak sekaligus melancarkan validitas syarat administratif masuk sekolah.


Pernyataan strategis tersebut mengemuka dalam salah satu sesi krusial Bimtek regional yang dipandu oleh praktisi PAUD terkemuka, Rini Mintarsih. Sejumlah perwakilan Dinas Pendidikan dari berbagai Kabupaten dan Kota secara eksplisit menekankan bahwa sekolah tidak boleh lagi sekadar menjadi menara gading administratif. 


Sebaliknya, satuan pendidikan anak usia dini harus mengambil peran sebagai jembatan yang memudahkan masyarakat. Dengan membantu orang tua mengurus Akta Kelahiran sejak dini, sekolah tidak hanya menyelamatkan data pokok pendidikan (Dapodik), tetapi juga sedang menunaikan kewajiban moral menjamin hak anak atas identitas hukumnya.


"Banyak orang tua di akar rumput yang masih menunda pengurusan dokumen ini karena kendala akses ataupun pemahaman. Di sinilah kepala sekolah dan guru TK hadir menjadi fasilitator, bermita dengan Disdukcapil agar hak anak tidak terabaikan sejak hari pertama mereka mengenal dunia pendidikan," ungkap Rini Mintarsih di sela-sela memandu jalannya diskusi interaktif yang berlangsung hangat tersebut.


Keteraturan administrasi kependudukan ini menjadi fondasi yang kokoh bagi anak untuk melangkah ke fase berikutnya, termasuk saat mereka menjalani lima hari pertama di sekolah melalui MPLS Ramah. 


Rangkaian Kegiatan 5 Hari MPLS TK


Kemendikdasmen sendiri telah merancang panduan Rangkaian Kegiatan 5 Hari MPLS Ramah untuk TK yang sangat humanis. Pada hari pertama pelaksanaan, sebuah tradisi penuh cinta sangat disarankan: murid baru hendaknya diantar langsung ke sekolah oleh ayah dan ibu, atau wali terdekat mereka. 


Kehadiran orang tua secara fisik dan psikologis di hari pertama adalah jangkar emosional yang memberikan rasa aman mutlak bagi anak di lingkungan barunya.

Mari kita tengok lembar demi lembar kegembiraan yang telah dirancang dalam infografis resmi pemerintah. 


Hari Pertama dibuka dengan "Salam Sapa Murid Baru", dilanjutkan lantunan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan *Indonesia Raya* yang membangkitkan nasionalisme mula. Setelah itu, anak-anak diajak melakukan "Pengenalan Diri, Teman, dan Guru" dalam suasana ceria, disusul agenda "Mengenal Aktivitas dan Jelajah Sekolahku". Kegembiraan ini diselingi dengan edukasi "Makan Sehat dan Bergizi", "Bermain Ceria", "Jeda Ceria", "Refleksi", hingga ditutup dengan "Doa dan Penutup". Format ritmik yang seimbang antara gerak, nutrisi, dan refleksi ini terus dipertahankan secara konsisten hingga hari-hari berikutnya.


Memasuki Hari Kedua, kejutan kecil menanti lewat "Pertemuan Pagi Ceria" dan "Permainan Tebak Gambar G7KAIH" yang merangsang aspek kognitif anak secara halus. 


Pada Hari Ketiga, nuansa cinta lingkungan mulai ditanamkan melalui aktivitas "Sekolah Bersih, Hati Ceria" serta simulasi keselamatan dini lewat lagu bertajuk "Ayo, Siaga Bencana Lewat Lagu!". 


Kreativitas anak semakin diasah pada Hari Keempat dengan permainan "Garis Pilihanku" serta pesan penting literasi digital bagi usia dini: "Ayo, Atur Waktu Layarmu!" demi menjaga kesehatan mata dan mental anak dari paparan gawai yang berlebihan.


Puncaknya, pada Hari Kelima, suasana kebersamaan akan dikunci dengan kegiatan pembuatan "Gelang Persahabatan". Sebuah simbol fisik yang menandakan bahwa mereka kini adalah bagian dari sebuah keluarga besar. Anak-anak juga dimotivasi untuk "Berani Tampil Bersama" di hadapan teman-temannya, membangun rasa percaya diri yang akan menjadi modal sosial mereka seumur hidup.


Melalui perpaduan antara kehangatan kurikulum MPLS Ramah dan ketegasan jaminan hak anak lewat administrasi kependudukan, awal tahun ajaran baru kali ini diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas kalender akademik. Ia adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia, sejak usia paling dini, mendapatkan haknya secara utuh: disayangi di sekolah, dilindungi oleh negara, dan dihargai identitasnya sepanjang hayat.


Rujukan Resmi MPLS Ramah 2026


Untuk mendukung kelancaran transisi ini, Kemendikdasmen menyediakan Buku Rujukan Kegiatan Resmi yang dapat diunduh secara bebas oleh pihak sekolah maupun orang tua melalui tautan resmi: https://s.id/bukurujukanmplsramah26


Jika satuan pendidikan atau masyarakat memerlukan konsultasi, layanan, maupun pelaporan terkait pelaksanaan, dapat menghubungi Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen di Gedung C Lantai Dasar, Jl. Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, melalui Pusat Panggilan di nomor 177, WhatsApp 0812 1804 0427, atau pos-el resmi pengaduan@kemendikdasmen.go.id


Penulis : Eko B Harsono dan Azriel Aufa 



Kemendikdasmen Lakukan Transformasi Tata Kelola Pendidikan yang Terintegrasi dalam RUU Sisdiknas
Berita Sebelumnya
Kemendikdasmen Lakukan Transformasi Tata Kelola Pendidikan yang Terintegrasi dalam RUU Sisdiknas
author Eko Schoolmedia
Jun 27, 2026