Wakil Menteri Beberkan Alasan Indonesia Sulit Cetak Talenta

Foto: Pixabay
Schoolmedia News, Jakarta - Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menilai sistem pendidikan di Indonesia kerap kesulitan mencetak talenta unggul. Menurutnya, hal ini dikarenakan sistem pendidikan dalam negeri hanya mengutamakan ilmu teori dibandingkan praktek.
"Jadi saya rasa permasalahan SDM di Indonesia itu karena memang sistem pendidikan kita ini tidak menyediakan sumber daya manusia yang siap untuk bekerja dan beradaptasi di dunia kerja secara terus menerus," kata Kartika, Kamis, 24 Septmber 2020, seperti dilansir dari laman RRI.
Baca juga: Kemdikbud Tegaskan Pelajaran Sejarah Tetap Ada dalam Kurikulum
Karena itu, kata Kartika, talenta muda di Indonesia belum siap untuk langsung terjun ke dunia kerja. Apalagi kebanyakan sekolah belum menyiapkan bibit yang bisa beradaptasi cepat sebagai tenaga kerja.
"Jadi, ilmu yang didapatkan di sekolah itu umumnya lebih banyak ilmu teori dan tidak memberikan landasan berpikir untuk beradaptasi kedepan," ujarnya.
Dia pun berharap, pengembangan pendidikan Indonesia ke depan harus menyeimbangkan ilmu teori dan terapan. Khususnya ilmu mengenai manajerial dan kepemimpinan.
"Misalnya lulusan akuntansi atau insinyur sipil atau dokter, sebenarnya kuat secara kompetisi dan knowledge dasarnya. Tapi kan ketika kita masuk ke perusahaan atau memimpin lembaga tentunya muncul aspek manajerial dan leadership," ujarnya.
Baca juga: Universitas Jerman Selama Pandemi Corona: Antara Pembelajaran Digital dan Kuliah Tatap Muka
Mengingat, ungkap Kartika, adapun talenta yang diperlukan saat ini adalah orang-orang yang melek teknologi. Sebab, di era digital semua hal harus dikerjakan dengan teknologi.
"Pertama di dunia yang sekarang sangat teknologi ini tentunya pertama paling enggak orang harus melek teknologi. Pemahaman mengenai digital platform dan bisnis model terkait digital menjadi krusial," kata Kartika.
Berita Lainnya:
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa Serumpun
Dapodik Jadi Penentu Utama Program Prioritas Pendidikan Digitalisasi Pembelajaran dan Revitalisasi, Sekolah Diminta Jujur
Sidang MK Ungkap Borok MBG: Dana Pendidikan Dibajak oleh Proyek Politik, Guru dan Murid jadi Korban