Schoolmedia News
SCHOOL MEDIA® News
kembali
Artikel

Rp13,28 Triliun untuk Revitalisasi 17.573 Madrasah dan Pesantren

author Eko Schoolmedia
Jun 12, 2026 |


Schoolmedia News Kota Bogor – Ruang-ruang kelas di MTs Negeri 1 Kota Bogor kini tampil berbeda. Tidak ada lagi ember penampung air hujan di sudut ruangan, tidak ada lagi kekhawatiran atap bocor yang mengganggu konsentrasi belajar. Sebaliknya, yang terlihat adalah kelas terang, rapi, dan nyaman, lengkap dengan meja kursi baru menyambut tahun ajaran 2026/2027. Perubahan ini merupakan hasil nyata dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Revitalisasi Madrasah yang dijalankan pemerintah.

Transformasi tersebut dirasakan langsung oleh para siswa. Asyila, siswi kelas VII, mengungkapkan rasa senangnya saat Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau madrasah itu, Rabu (10/6/2026). “Senang, gedungnya bagus. Lebih tenang belajarnya, tidak khawatir bocor lagi,” ujarnya sambil tersenyum. Jawaban sederhana itu menjadi gambaran nyata manfaat revitalisasi yang tengah dilakukan.

Komitmen Pemerintah Kuat

Revitalisasi madrasah dan sekolah merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) bidang pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, program ini adalah salah satu langkah strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul. “Ini program Bapak Presiden tentang revitalisasi satuan pendidikan, satu dari banyak sekali program untuk pembangunan SDM unggul, yang sudah dimulai sejak tahun 2025 lalu,” ujarnya.

Pada tahun 2025, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp13,28 triliun untuk revitalisasi 17.573 satuan pendidikan. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan dan renovasi gedung sekolah serta madrasah agar lebih layak, aman, dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Dalam kunjungan ke MTsN 1 Kota Bogor, Menko PMK juga menyaksikan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP). Teknologi ini memungkinkan proses belajar lebih interaktif dan menyenangkan. “Anak-anak menggunakan layar pembelajaran untuk memvisualisasikan pelajaran, pendapat, dan ekspresi mereka. Jadi belajar pun dengan gembira,” kata Pratikno. Menurutnya, integrasi teknologi tidak hanya mendukung siswa, tetapi juga mendorong guru untuk lebih kreatif dalam mengajar.

Dukungan Muti Pihak

Kunjungan tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, serta pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Agama. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan komitmen lintas sektor dalam menyukseskan revitalisasi pendidikan.

Menag Nasaruddin Umar menekankan bahwa tujuan utama revitalisasi bukan sekadar membangun gedung baru, melainkan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. “Pemerintah, dalam hal ini Presiden Prabowo, benar-benar memberikan perhatian terhadap pendidikan. Semuanya diberikan prioritas agar anak-anak senang belajar, guru senang mengajar, dan masyarakat puas dengan hasilnya,” ujarnya.

Menko PMK menambahkan, revitalisasi fisik harus diiringi dengan peningkatan kualitas guru dan dukungan keluarga. Gedung yang bagus dan sarana lengkap tidak akan optimal tanpa proses pembelajaran berkualitas serta peran orang tua dalam mendukung kesehatan fisik, mental, dan sosial anak. “Lingkungan keluarga yang aman juga berkontribusi besar bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Revitalisasi madrasah dan sekolah di Bogor menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan ruang belajar yang lebih layak, integrasi teknologi, serta dukungan dari guru dan orang tua, diharapkan siswa dapat belajar lebih nyaman dan fokus. Program ini diharapkan melahirkan generasi masa depan yang kompetitif dan sejajar dengan bangsa-bangsa maju.

Tim Schoolmedia

Listrik, Investasi, dan Janji Pertumbuhan, Proyek Energi Rp70 Triliun: Siapa Diuntungkan?
Artikel Sebelumnya
Listrik, Investasi, dan Janji Pertumbuhan, Proyek Energi Rp70 Triliun: Siapa Diuntungkan?
author Eko Schoolmedia
Jun 12, 2026