66 Sekolah di Kabupaten Nganjuk Selasai Direvitalisasi, Mendikdasmen Dorong Tingkatkan Mutu dan Kualitas

Schoolmedia News Jakarta = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, meresmikan selesainya program revitalisasi di SMP Negeri 4 Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (16/5). Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Hartono; Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Nganjuk, Ardiyanto; serta Kepala Cabang Dinas Wilayah Kediri, Adi Prayitno.
Selain itu, hadir pula kepala unit pelaksana tugas (UPT) Kemendikdasmen di wilayah Jawa Timur, Kepala Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur, Praptono; serta Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas. Pihak sekolah selaku penerima manfaat diwakili oleh Kepala SMP Negeri 4 Nganjuk, Minarti, yang didampingi oleh kepala sekolah dan guru sekabupaten Nganjuk.
Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan perwujudan visi presiden. “Revitalisasi merupakan program hasil terbaik cepat atau Quick Win Bapak Presiden untuk meningkatkan mutu pendidikan dan membangun sumber daya manusia sebagai pelaksanaan Asta Cita yang keempat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa revitalisasi bukanlah tujuan akhir. “Kami tegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan berbagai fasilitas itu bukan merupakan tujuan, tetapi merupakan sarana, yang dengan sarana dan prasarana yang semakin baik itu kualitas pembelajaran (harapannya) semakin meningkat, dan tentu saja kualitas pendidikan semakin meningkat,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi Mendikdasmen atas realisasi program ini. “Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Menteri, bahwa program revitalisasi sekolah di tahun 2025 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Nganjuk telah memberikan dampak yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Menurut Aries, dampak revitalisasi ini tidak hanya terbatas pada aspek fisik sekolah saja. “Revitalisasi (telah berhasil) meningkatkan semangat belajar para murid, motivasi (mengajar) guru-guru kami, untuk terus mengembangkan kualitas layanan pendidikan (yang lebih baik) bagi masyarakat Jawa Timur,” jelasnya.
Tercatat total anggaran sebesar Rp51.772.560.696 telah dikucurkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk merevitalisasi 66 satuan pendidikan di Kabupaten Nganjuk.
Secara rinci, sebaran 66 sekolah ini menyasar berbagai jenjang, meliputi pendidikan anak usia dini (PAUD) sebanyak 9 sekolah, sekolah dasar (SD) sebanyak 36 sekolah, dan sekolah menengah pertama (SMP) sebanyak 10 sekolah. Selain itu, program ini juga menyentuh jenjang sekolah menengah atas (SMA) sebanyak 4 sekolah, sekolah menengah kejuruan (SMK) sebanyak 5 sekolah, serta sekolah luar biasa (SLB) sebanyak 1 sekolah.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur pun menaruh harapan besar agar program ini dapat terus berlanjut. “Kami berharap di tahun ini semakin banyak sekolah-sekolah di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Nganjuk mendapatkan perhatian oleh Bapak Presiden. Dan tentu dengan adanya (program) ini semakin semangat guru-guru kita, para kepala sekolah memimpin sekolah-sekolah kita agar lebih baik lagi,” pungkasnya.
Tim Schoolmedia
Artikel Lainnya:
Kemenag Buka Beasiswa Doktor Program Partnership ICRS, Bisa kuliah di UGM, UIN Yogyakarta atau Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta
Ketika Pak Menteri Menyimak Kisah Sutimah Guru Kelas Awal, Mengajar Siswa Transisi PAUD ke SD Selama 22 Tahun
Menjemput Keadilan Ekologis: Menanti Ketegasan Negara Memulihkan Indonesia