Cari

Peran Media Sebagai Pilar Catur Pusat Pendidikan Kurang Optimal




Kemendikdasmen Paparkan Serba-Serbi KBBI dan Pelaksanaan TKA Jenjang SD SMP Tahun 2026

Schoolmedia News Jakarta =  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat sinergi bersama media massa dengan menggelar Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membangun komunikasi serta kerja sama strategis dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi program prioritas Kemendikdasmen tahun 2026.

Forum silaturahmi ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Hafidz Muksin, dengan memberikan apresiasi terhadap peran media massa sebagai mitra strategis untuk mendukung keterbukaan informasi publik, sosialisasi program prioritas, dan capaian Kemendikdasmen secara optimal. Sebagai salah satu dari pilar Catur Pusat Pendidikan, Hafidz menilai media massa memiliki peran penting dalam upaya pemajuan pendidikan nasional dan perwujudan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

“Dalam forum ini kita akan membahas dua isu utama, yakni komitmen Kemendikdasmen dalam bidang kebahasaan dan kesastraan, melalui pengelolaan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) serta informasi seputar pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP. Sejatinya pengelolaan KBBI disusun melalui melalui kerja-kerja ilmiah, profesional, cermat, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari langkah besar menuju internasionalisasi Bahasa Indonesia di tahun 2045,” ungkap Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, saat membuka acara, di Bogor, Jumat (23/1).

Mengawali sesi pertama forum silaturahmi, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, memaparkan tentang serba-serbi KBBI. Secara lugas Dora mengatakan bahwa KBBI terus berkembang mengikuti dinamika perubahan zaman dan sosial masyarakat.

“Sampai dengan Januari 2026, KBBI mengalami lonjakan signifikan dengan mencatat lebih dari 210 ribu entri dan memiliki lebih dari 325 ribu pengguna pendaftar KBBI daring. Antusiasme masyarakat juga menunjukkan tren positif pada aplikasi KBBI yang telah lebih dari 5 juta kali diunduh di Playstore dan lebih dari 297 ribu di Appstore,” papar Dora.

Dora menambahkan, kiprah panjang KBBI telah dimulai sejak penyusunan edisi pertama tahun 1974 s.d.1983 dengan nama Kamus Bahasa Indonesia. Sampai dengan tahun 2026, Dora menjelaskan bahwa KBBI telah memiliki enam terbitan yang terakhir dirilis pada Oktober tahun 2025.

“Edisi kelima KBBI yang terbit tahun 2016 menjadi momentum penting awal pengelolaan KBBI secara digital. Lebih dari itu, KBBI juga telah dikembangkan untuk kebutuhan inklusivitas kepada masyarakat penyandang disabilitas dalam bentuk KBBI braille dan audio,” ujarnya.

Pelaksanaan TKA Jenjang SD SMP

Setelah paparan mengenai serba-serbi KBBI, sesi kedua forum silaturahmi dilanjutkan dengan paparan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) mengenai pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP tahun 2026. Sekretaris BSKAP, Muhammad Yusro, mengatakan bahwa pelaksanaan TKA jenjang SMP akan lebih dahulu dilakukan pada tanggal 6 s.d. 16 April 2026, kemudian untuk jenjang SD pelaksanaan TKA dilakukan pada tanggal 20 s.d. 30 April 2026.

“Terkait dengan penulisan soal, kabupaten/kota memiliki kewajiban menulis minimal satu paket soal untuk per mata pelajaran per jenjang. Pada sisi penjaminan mutu, pihak provinsi menunjuk guru dan ditetapkan oleh Kemendikdasmen sebagai Fasilitator Nasional Penjaminan Mutu. Provinsi juga harus menujuk guru sebagai pemeriksa soal, mendampingi penyusunan soal untuk kabupaten/kota, menelaah butir soal, serta melakukan pengecakan paket soal tersebut,” ucap Yusro.

Selanjutnya, Yusro menjelaskan bahwa saat ini proses pendaftaran TK jenjang SD SMP telah dibuka mulai tanggal 19 Januari s.d. 28 Februari 2026. Kesuksesan pelaksaan TKA ini menurutnya menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/Lembaga terkait, dan satuan pendidikan. Terakhir, seluruh informasi dan simulasi soal TKA dapat diakses melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id dan media sosial resmi Kemendikdasmen dan BSKAP.

“Pelaksanaan TKA jenjang SD dan SMP ini juga disesuaikan untuk peserta didik penyandang disabilitas. Pengawasan akan tindak kecurangan juga telah terkoordinasikan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Semoga pelaksanaan TKA April nanti berlangsung sukses serta melahirkan data hasil belajar murid yang akurat dan objektif,” ujar Yusro.

Pada kesempatan yang sama, Yusro juga menyampaikan bahwa Kemendikdasmen telah merilis Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 0301/C/HK.04.01/2026 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027.

“Pada Surat Edaran tersebut menyatakan bahwa  dalam pelaksanaan jalur prestasi prestasi akademik dapat menggunakan hasil TKA untuk seleksi penerimaan murid baru pada jenjang SMP dan SMA. Hal ini menegaskan peran TKA sebagai acuan seleksi akademik yang objektif dan terstandar pada jalur prestasi,” tutup Yusro. 

Tim Schoolmedia 

Artikel Selanjutnya
Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia menjelang Akhir Januari
Artikel Sebelumnya
Universitas Al-Azhar Kaioro Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar