Cari

Universitas Al-Azhar Kaioro Mesir Siap Kirim 1.000 Dosen ke Indonesia


Schoolmedia News Jakarta = Kerja sama strategis Indonesia dan Mesir memasuki babak baru. Universitas Al-Azhar menyatakan kesiapan mengirim ratusan hingga ribuan dosen dan tenaga ahli bahasa Arab ke Indonesia untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, sinyal kuat tersebut diperoleh dalam kunjungan kerja ke Mesir atas mandat Presiden Prabowo Subianto. Al-Azhar, menurutnya, melihat Indonesia sebagai mitra strategis di dunia Islam moderat.

“Al-Azhar sangat mendukung kerja sama Indonesia–Mesir, bukan hanya di bidang pendidikan, tetapi juga dalam berbagai kepentingan strategis sebagai sesama negara Muslim moderat,” ujar Menag setibanya di Tangerang, Kamis (22/1/2026).

Menag menjelaskan, Al-Azhar siap memberikan asistensi langsung kepada perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Program ini ditujukan untuk penguatan kendali mutu dan peningkatan kompetensi lulusan.

“Al-Azhar bersedia mendampingi UIN, IAIN, dan PTKIS, terutama dalam penguatan kualitas akademik dan tata kelola pendidikan tinggi,” kata Nasaruddin.

Tak hanya asistensi kelembagaan, Al-Azhar juga membuka peluang besar pengiriman dosen. Bahkan, Mesir menyatakan kesiapan mengirim antara 200 hingga 1.000 tenaga ahli bahasa Arab ke Indonesia.

“Dosen-dosen Al-Azhar, khususnya bidang bahasa Arab, siap dikirim ke Indonesia sesuai kebutuhan,” tambahnya.

Kerja sama ini akan diformalkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang direncanakan berlangsung pada April 2026, bersamaan dengan kunjungan resmi Pemerintah Mesir ke Indonesia. Dalam agenda tersebut, kedua negara akan membahas lebih rinci program strategis penguatan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan zaman.

Selain kerja sama pendidikan, kunjungan Menag ke Mesir juga menghasilkan pengakuan internasional terhadap posisi strategis Indonesia dalam pengembangan peradaban Islam modern, khususnya di bidang sains dan teknologi.

Dalam pertemuan dengan Menteri Wakaf Mesir, Usamah Al-Sayyid Al-Azhari, hingga para ulama dunia, Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan baru dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) di dunia Islam.

“Kita diminta mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi, terutama Artificial Intelligence, agar menjadi kekuatan yang memperkuat peradaban, bukan justru melemahkannya,” ujar Menag.

Menurut Nasaruddin, Indonesia disebut-sebut memiliki peran strategis di masa depan karena stabilitas, moderasi beragama, dan keterbukaan terhadap kemajuan teknologi.

“Indonesia disebut punya peran yang sangat strategis untuk masa depan peradaban dunia Islam,” katanya.

Sejumlah ulama besar dunia bahkan menilai Indonesia sebagai negara paling aman dan ideal untuk pengembangan sains dan teknologi berbasis nilai-nilai Islam modern.

“Ini sekaligus tantangan. Indonesia dituntut menjadi epicentrum baru pengembangan peradaban dunia Islam modern,” tegas Menag.

Tim Schoolmedia


Artikel Selanjutnya
Peran Media Sebagai Pilar Catur Pusat Pendidikan Kurang Optimal
Artikel Sebelumnya
Benang Kusut Mafia Peradilan Antara Dipolitikkan dan Disembunyikan

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar