Cari

Kemendikdasmen Resmikan 8 Sekolah di Nunukan dan Sebatik, Siswa di Perbatasan: Kami Sangat Terbantu


Schoolmedia News Kalimantan Utara = Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandai keberpihakan dalam menciptakan kualitas pendidikan yang merata hingga ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan 8 sekolah yang telah direvitalisasi di Pulau Sebatik, Sabtu (17/1).

Pulau Sebatik sendiri merupakan salah satu pulau kecil terluar, yang terletak di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Wamen Atip menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini yang merupakan instruksi Presiden Prabowo Subianto, sesuai dengan amanat konstitusi, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa upaya tersebut harus berlangsung secara menyeluruh. “Salah satu komponen penting adalah, tersedianya sarana pendidikan yang memadai, yang memenuhi syarat-syarat terciptanya sekolah yang aman, nyaman serta mendukung pembelajaran yang efektif,” jelasnya.


Ia berpesan kepada seluruh warga sekolah agar selalu menjaga fasilitas-fasilitas penunjang pendidikan yang sudah dibangun pemerintah. "Tadi disebut toilet, itu jangan satu tahun di bangun, tahun keduanya kotor, menjaga dan memelihara itu sangat penting," pesan Wamen Atip. 

Sambutan Masyarakat atas Hadirnya Pemerintah di Wilayah 3T

Wakil Bupati Kabupaten Nunukan, Hermanus, mengapresiasi kunjungan Kemendikdasmen Wamendikdasmen ke Pulau Sebatik. Menurutnya kunjungan ini bukan hanya sekadar kunjungan biasa tetapi memiliki pesan kuat bahwa negara memberikan perhatian nyata untuk yang tinggal di tapal batas. Bahwa anak-anak perbatasan memiliki hak yang sama untuk belajar dengan layak, dan tumbuh menjadi generasi bangsa.

"Secara khusus atas nama Bapak Bupati saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri dan Wakil Menteri Dikdasmen, yang memberikan atensi khusus kepada Kabupaten Nunukan, atas pemberian revitalisasi yang luar biasa," ujar Hermanus seraya berpesan kepada warga sekolah untuk mengindahkan pesan Wamen Atip. 

Sekolah Nyaman, Tumbuhkan Semangat Belajar Siswa

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Nunukan, Jathu Roswita, mengungkapkan bahwa sebelum revitalisasi, setiap hujan turun saat kegiatan belajar mengajar, para siswa maupun guru merasa khawatir bahwa atap maupun plafon akan runtuh akibat sudah lapuk. “Biasa kami pakaikan terpal untuk menahan supaya tidak bocor ke bawah, juga dengan jumlah siswa kami 752 tentu jumlah toilet kurang,” ujar Roswita.

Dengan revitalisasi ini, Roswita menyebut dapat menciptakan rasa aman dan nyaman, untuk siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar. Hal ini juga berpengaruh kepada motivasi siswa untuk masuk sekolah dan belajar. “ Alhamdulillah , setelah mendapatkan revitalisasi ini, siswa atau peserta didik kami merasa senang, lebih termotivasi untuk datang ke Sekolah, karena mendapati sekolahnya sudah aman, nyaman, bangunannya menarik,” ujar Roswita. 

“Terima kasih yang sebesar-besarnya, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak Presiden RI, bapak Prabowo Subianto, saya ucapkan juga terima kasih banyak kepada Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu'ti, Wamendikdasmen, Pak Atip, beserta jajaran Kemendikdasmen yang sudah memberikan kami perbaikan di sekolah juga di Kabupaten Nunukan," ucapnya penuh rasa syukur.


"Mudahan-mudahan bantuan ini memberikan manfaat yang baik untuk sekolah, mempermudah dan kelancaran akses dalam pendidikan," harap Roswita lebih lanjut.

Senada dengan itu, Guru SMAS K St. Gabriel Nunukan, Suryani, menyebutkan sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi ini. Ia berharap ke depannya program ini dapat terus berlanjut merata di berbagai wilayah di Indonesia.

“Sangat merasa terbantu sekali, karena di sekolah saya kebetulan gedung perpustakaannya belum ada, lalu toiletnya masih kurang, makanya dengan bantuan ini kami mendapatkan toilet dan perpustakaan, sangat membantu sekali untuk anak-anak bisa membaca dengan baik karena ada gedungnya, mudah-mudahan untuk ke depannya kalau ada bantuan-bantuan lagi yang masih kurang di sekolah mudah-mudahan bisa dibantu kembali,” harap Suryani.

Siswa Kelas XII SMKN 1 Nunukan, Agus Gustiawan, menyebutkan bahwa setelah dilakukan revitalisasi, ia dan teman-temannya merasa sangat terbantu dan juga lebih bersemangat untuk belajar di sekolah, “Sekarang sudah di renovasi, jadi tidak takut lagi, tidak becek lagi, tidak takut lagi runtuh, kami belajar semakin lancar tidak seperti dulu.

Apa lagi toiletnya diperbaiki semua. Untuk pak Presiden, Pak Wakil Menteri terima kasih atas revitalisasinya, kami sebagai siswa di perbatasan sangat terbantu," pungkas Agus sumringah.

Tim Schoolmedia 


Artikel Selanjutnya
LBH-YLBHI Bongkar Dugaan Pembohongan Publik: 5 Perusahaan yang Dicabut Prabowo Ternyata Sudah Dicabut Sejak 2022
Artikel Sebelumnya
Sinergi Pusat dan Daerah: Revitalisasi 59 Satuan Pendidikan Majalengka Jadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar