
MAJALENGKA, Schoolmedia = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Majalengka dalam rangka meresmikan 59 satuan pendidikan yang telah selesai menjalani Program Revitalisasi Tahun Anggaran 2025. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk melakukan percepatan pemerataan kualitas infrastruktur pendidikan guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Program revitalisasi ini mencakup renovasi menyeluruh pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Fokus utama pembangunan meliputi perbaikan ruang kelas, pembangunan laboratorium, fasilitas sanitasi, hingga penyediaan sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama pembangunan bangsa yang tidak boleh terhambat oleh kendala infrastruktur. "Negara hadir untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak kita yang belajar di bawah atap yang rapuh. Peresmian 59 sekolah di Majalengka hari ini adalah bukti konkret bahwa revitalisasi pendidikan merupakan prioritas nasional. Lingkungan belajar yang layak adalah hak setiap siswa dan prasyarat utama bagi guru untuk mengajar dengan maksimal," tegas Menteri.
Dampak Signifikan Terhadap IPM dan Ekonomi Daerah
Pemerintah Kabupaten Majalengka menyambut optimis peresmian ini. Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhammad Ramadhan, menyatakan bahwa intervensi pemerintah pusat melalui program revitalisasi ini memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang sangat luas bagi pembangunan daerah.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada kementerian terkait. Bagi kami di daerah, revitalisasi sekolah bukan sekadar urusan semen dan bata. Ini adalah investasi strategis yang secara langsung berkontribusi pada kenaikan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Majalengka," ujar Dena.
Dena memaparkan bahwa fasilitas pendidikan yang memadai akan meningkatkan angka partisipasi sekolah dan menekan angka putus sekolah. Namun, dampak yang dirasakan tidak hanya berhenti di sektor pendidikan. "Program ini juga memicu pertumbuhan indeks ekonomi masyarakat. Selama masa konstruksi, ekonomi lokal bergerak, dan setelah sekolah beroperasi dengan fasilitas baru, ekosistem ekonomi di sekitar sekolah pun ikut tumbuh. Pendidikan yang bermutu pada akhirnya akan melahirkan tenaga kerja produktif yang menjadi mesin penggerak ekonomi Majalengka di masa depan," tambahnya.
Amanah Baru bagi Dunia Pendidikan Pesantren dan Swasta
Momentum peresmian ini juga menjadi kabar baik bagi institusi pendidikan berbasis masyarakat. Yayasan Al-Mizan menjadi salah satu penerima manfaat, di mana SMK Maarif Al-Mizan dan TK Al-Mizan kini memiliki gedung baru yang modern.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Al-Mizan, Dr. KH. Maman Imanulhaq, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah di bawah naungan yayasannya. Menurutnya, revitalisasi ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran penting sekolah swasta dan pesantren dalam mencerdaskan bangsa.
"Kami sangat berterima kasih. Dengan diresmikannya gedung baru SMK Maarif dan TK Al-Mizan, kami merasa mendapatkan energi baru. Fasilitas yang memadai akan membantu kami mengombinasikan keunggulan teknologi dengan kekuatan karakter akhlakul karimah. Ini adalah amanah besar bagi kami untuk terus memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat menengah ke bawah di Majalengka," kata KH. Maman Imanulhaq.
Peningkatan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini
Keceriaan juga terpancar dari wajah para pengelola PAUD. Kepala Sekolah TK Al-Mizan, Ella Ariesta, memberikan kesaksian mengenai perubahan positif yang dirasakan langsung oleh anak didik dan tenaga pengajar.
"Transformasi bangunan ini sungguh luar biasa. Di jenjang TK, lingkungan fisik sangat memengaruhi psikologi anak dalam belajar. Terima kasih kepada pemerintah; kini anak-anak kami bisa bermain dan belajar di ruang kelas yang aman, bersih, dan menginspirasi. Semangat belajar anak-anak meningkat drastis, dan ini memudahkan kami para guru dalam mengimplementasikan kurikulum pembelajaran yang kreatif," ungkap Ella.
Menjaga Keberlanjutan
Program revitalisasi 59 sekolah ini merupakan bagian dari peta jalan besar kementerian untuk menghapus kategori sekolah "rusak berat" di seluruh Indonesia. Dengan selesainya pembangunan di Majalengka, pemerintah berharap pemerintah daerah beserta masyarakat sekolah dapat menjaga dan merawat aset tersebut secara mandiri.
Acara peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti oleh Mendikdasmen dan peninjauan langsung ke ruang-ruang kelas baru. Ke depan, pemerintah pusat berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah guna memastikan bahwa pemerataan pendidikan tidak hanya terjadi pada aspek fisik, tetapi juga pada distribusi kualitas guru dan ketersediaan perangkat ajar digital.
Dengan wajah baru sekolah-sekolah di Majalengka, diharapkan kualitas lulusan dari daerah ini mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar