Bobby Nasution Tegaskan Tetap di Gerindra, Tanggapi Isu Jokowi Bergabung dengan PSI

SchoolmediaNews - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan bahwa dirinya merupakan kader Partai Gerindra. Pernyataan tersebut disampaikan ketika ia ditanya mengenai kemungkinan mengikuti langkah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang telah bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Bobby menyampaikan hal itu pada Jumat (9/10/2026). Ia menekankan bahwa status politiknya saat ini adalah sebagai anggota Partai Gerindra.
Bobby Tetap Menjaga Hubungan dengan Partai Pendukung
Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya diminta membantu pemenangan PSI pada pemilu mendatang, Bobby menjelaskan bahwa permintaan dukungan tidak hanya datang dari PSI.
Menurutnya, sejumlah partai yang sebelumnya mendukung pasangan Prabowo-Gibran maupun pasangan Bobby-Surya dalam Pilkada 2024 juga masih menjalin komunikasi dan meminta dukungan.
Bobby menilai hubungan dengan partai-partai yang pernah memberikan dukungan politik tidak serta-merta berakhir setelah dirinya bergabung dengan Gerindra. Ia menganggap komunikasi tersebut sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik.
Jokowi Telah Menegaskan Keanggotaannya di PSI
Sebelumnya, Jokowi secara terbuka menunjukkan kartu tanda anggota PSI dalam sebuah kegiatan partai di Bandung pada September 2026. Melalui kesempatan tersebut, ia menyatakan bahwa dirinya telah menjadi bagian dari keluarga besar PSI.
Jokowi juga menjelaskan bahwa keanggotaannya di partai tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 14 Oktober 2025. Ia memilih mengumumkannya secara terbuka karena masih ada pihak yang mempertanyakan status politiknya.
Langkah Jokowi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan anggota keluarganya mengikuti pilihan politik yang sama.
Pilihan Politik Bobby Berbeda dengan Jokowi
Pernyataan Bobby menunjukkan bahwa dirinya tetap mempertahankan keanggotaan di Gerindra meskipun Jokowi telah bergabung dengan PSI. Keduanya kini berada di partai politik yang berbeda.
Situasi ini menggambarkan bahwa pilihan politik setiap individu dapat berbeda, termasuk di dalam satu keluarga. Bobby sendiri menegaskan posisinya tanpa menyatakan bahwa hubungan dengan partai-partai pendukung sebelumnya harus berakhir.
Perkembangan ini menjadi bagian dari dinamika politik nasional menjelang agenda politik berikutnya, terutama terkait komunikasi antarpartai dan hubungan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh di tingkat nasional maupun daerah.
Sumber referensi: detikSumut, 9 Oktober 2026.
Liputan Khusus Lainnya:
Aktivis dan Akademisi Rocky Gerung Resmi Dilantik Menjadi Anggota Wantimpres
Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar, Puan Maharani sebut Saling Bertakziah dan Menjaga Keakraban
Kabar Duka: Ridha Sampetondok, Ibunda Ferdy Sambo Meninggal Dunia di Makassar pada Usia 75 Tahun