Dari Anak Petani Flores hingga Menulis 44 Buku, Kisah Sulaiman Sulang Jadi Inspirasi Generasi Muda

Schoolmedia News - Sulaiman Sulang, pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih pendidikan dan berkarya. Terlahir dari keluarga petani, ia kini dikenal sebagai penulis sekaligus Wali Asuh di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Perjalanan Sulaiman untuk mendapatkan pendidikan juga tidak mudah. Saat merantau ke Malang, ia harus tinggal menumpang dan membantu pekerjaan di rumah dosen, seperti mencuci piring, menyiram tanaman, dan membersihkan halaman. Hal tersebut dilakukan agar ia dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama hampir empat tahun.
Di tengah keterbatasan tersebut, Sulaiman justru menemukan kecintaannya terhadap membaca dan menulis. Setelah menyelesaikan kuliah, ia terus mengembangkan kemampuan tersebut hingga berhasil menghasilkan 44 judul buku yang seluruhnya telah memiliki ISBN. Pada 2025, ia juga mendapat penghargaan sebagai penulis buku terbanyak di Jawa Timur.
Selain aktif menulis, Sulaiman juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ia mengikuti berbagai kegiatan konservasi dan pengolahan limbah sampah, bahkan pernah mendapat kesempatan memperkenalkan inovasinya di sejumlah negara melalui undangan organisasi nonpemerintah.
Kini, pengalaman panjang tersebut ia bagikan kepada para siswa di Sekolah Rakyat Kabupaten Malang. Sebagai Wali Asuh, Sulaiman tidak hanya mendampingi kegiatan pendidikan, tetapi juga memberikan motivasi kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Kisah Sulaiman menjadi bukti bahwa latar belakang keluarga bukanlah batas bagi seseorang untuk berkembang. Dari keluarga petani di Flores, ia mampu menempuh pendidikan, menghasilkan puluhan buku, dan kini menggunakan pengalamannya untuk menyemangati generasi muda agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.
_
Liputan Khusus Lainnya:
Bupati Jember Lulus S3 Unair, Disertasinya Bakal Jadi Acuan Kebijakan untuk Atasi Kemiskinan
Inspiratif! Dokter Penyandang Disabilitas Lulus dengan IPK 4, Wujudkan Cita-Cita Sejak Kecil
Kompak! Ayah dan Anak Wisuda S2 Bersama dari UNY, Momen Penuh Haru dan Bangga