
Mahasiswi ITB Gracia Sitorus: Ikon Perempuan Geofisika yang Bersinar di Forum Kepemimpinan Global Houston 2025
Schoolmedia News Jakarta = Di tengah gemerlap kota Houston, Texas, sebuah nama dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mencuri perhatian dunia geosains. Gracia Hanarosalia Sitorus, mahasiswi Teknik Geofisika ITB, terpilih sebagai salah satu dari elite 30 student leaders di SEG/Chevron Student Leadership Symposium (SLS) 2025. Acara bergengsi ini berlangsung 23-28 Agustus 2025, bersamaan IMAGE Event 2025, menjadikannya wakil perempuan Indonesia yang tunjukkan potensi STEM Asia Tenggara.
Prestasi Gracia bukan kebetulan. Ia melewati seleksi ketat dari ratusan kandidat global, membuktikan bahwa perempuan ITB bisa pimpin diskusi dengan profesional Chevron dan pakar geosains internasional. Kisahnya inspiratif: dari kampus Bandung ke panggung Houston, ia angkat martabat perempuan di bidang eksplorasi energi yang didominasi pria.
Dari Bandung ke Panggung Dunia Geosains
Gracia Hanarosalia Sitorus bukan nama baru di kalangan SEG ITB Student Chapter. Sebagai aktivis chapter mahasiswa Society of Exploration Geophysicists (SEG), ia rajin organisasi workshop, seminar, dan kompetisi geofisika nasional. Pengalaman ini jadi modal utama saat apply SLS 2025, program Chevron-SEG yang incar talenta muda potensial.
Seleksi SLS menuntut esai mendalam soal dampak geosains bagi masyarakat, ditambah rekomendasi kuat dari dosen. Gracia unggul dengan visi: geofisika tak hanya cari minyak, tapi solusi mitigasi bencana gempa dan transisi energi hijau. "Saya ingin geosains jadi alat empowermeni perempuan dan masyarakat marginal," tulisnya dalam aplikasi.
Tepat 23 Agustus 2025, Gracia mendarat di Houston. Symposium dimulai dengan welcome dinner, di mana ia kenal student leaders dari AS, Eropa, Afrika, hingga Timur Tengah. "Malam pertama penuh nervous, tapi exciting. Kami dari background beda, tapi visi sama: inovasi geosains untuk masa depan," kenangnya.
Kurikulum Intensif: Dari Pitching ke Business Challenge
Hari-hari berikutnya adalah maraton keterampilan kepemimpinan. Pagi dimulai workshop komunikasi profesional, latih Gracia presentasi 30 detik elevator pitch. "Bayangkan pitch ide pengeboran berkelanjutan ke CEO Chevron dalam 30 detikâtantangannya real!" ceritanya.
Sesi pengambilan keputusan ajar prioritas di situasi krisis, seperti alokasi anggaran eksplorasi saat pasar minyak volatile. Team-building activities libatkan puzzle fisik dan simulasi kolaborasi lintas budaya. Gracia kelompok dengan mahasiswa Nigeria dan Australia, bahas etika AI dalam seismic imaging.
Puncaknya business case challenge: tim bagi kasus nyata Chevron soal optimalisasi sumur matang dengan data geofisika. Gracia timnya usul hybrid model machine learning dan survei gravimetri, hemat 20% biaya. Presentasi depan juri Chevron dapat applause meriah.
Paralel IMAGE Event 2025, Gracia hadir technical sessions soal carbon capture storage (CCS) dan geothermal exploration. Ia saksikan poster presentations inovator muda, exhibition teknologi seismic 4D, dan early career mentoring dari VP Chevron. "Houston ajar saya: geosains 2025 bukan lagi pickaxe, tapi data science meets sustainability."
Peran Perempuan: Dari Minoritas ke Game Changer
Di forum mayoritas pria, Gracia jadi ikon perempuan STEM. Ia satu-satunya representasi Indonesia, tunjukkan keragaman Asia. Diskusi gender inklusivitas jadi sorotan: "Perempuan sering underrepresent di lapangan, tapi kami bawa perspektif unik soal risiko sosial dan lingkungan," tegasnya dalam panel.
Interaksi staf Chevron inspiratif. Gracia ngobrol Chief Geoscientist soal mentorship perempuan, dapat tips: "Lead with empathy, back with data." Pengalaman ini ubah mindsetnya. "Dulu saya ragu speak up di ruang pria. Kini, saya sadar suara perempuan esensial untuk keputusan bijak."
Gracia bagi cerita ITB: bagaimana kampus dorong perempuan geofisika via beasiswa dan chapter aktif. Ia promosi SEG ITB sebagai hub Southeast Asia, undang kolaborasi dengan chapter Houston.
Wawancara Eksklusif: Pelajaran Hidup dari Houston
Pasca symposium, Gracia bagi insight dalam wawancara ITB. "Berinteraksi global buka mata: kepemimpinan bukan jabatan, tapi dampak. Komunikasi dan kolaborasi kunci agar geosains solve masalah dunia nyata."
Tipsnya viral di kalangan mahasiswa: "Be your best and be authentic. Jangan underestimate diri. Fokus dampak, ambil setiap peluangâinternasional atau lokal." Ia tekankan autentisitas: "Jangan imitate Barat. Bawa identitas Indonesia, seperti geofisika vulkanik kami unik."
Pengalaman SLS ubah karir Gracia. Ia rencana riset master's di geothermal monitoring, kolaborasi Chevron-SEG. "Houston bukan akhir, tapi start engine untuk kontribusi lebih besar."
Dampak ke ITB dan Generasi Muda STEM
Prestasi Gracia banggakan ITB. Rektor ITB: "Gracia bukti komitmen kami lahirkan pemimpin global. Perempuan ITB siap kompetitif di arena dunia." SEG ITB Student Chapter langsung adopsi best practices: workshop pitching dan business case rutin.
Inspirasi menyebar. Mahasiswi geofisika ITB angkatan 2027-2028 daftar SLS 2026. Gracia jadi mentor, adakan sharing session via Zoom dengan chapter internasional. "Saya ingin 10 Gracia berikutnya dari ITB," tekadnya.
Di konteks Indonesia, prestasi ini relevan. Dengan cadangan migas menipis dan transisi energi, geofisika butuh pemimpin seperti Gracia. Ia contoh bagaimana pendidikan ITB sinergi industri global, lahirkan talenta siap pakai.
Menuju Masa Depan: Legacy Gracia Sitorus
Kembali ke Bandung, Gracia tak istirahat. Ia inisiatif webinar "Women in Geoscience: From Bandung to Houston," undang alumni ITB di Chevron. Rencana besar: bangun lab geofisika komunitas di Jawa Barat, fokus mitigasi tsunami.
Kisah Gracia Sitorus lebih dari prestasi pribadi. Ia simbol perempuan ITB yang tak gentar hadapi dunia. Di 2026, saat Indonesia dorong hilirisasi energi, pemimpin seperti ia jadi kunci swasembada teknologi geosains.
Dari seminar kampus ke symposium Houston, Gracia bukti: mimpi besar plus kerja keras lahirkan sejarah. ITB bangga, Indonesia harap, dunia perhatikan. Gracia Hanarosalia Sitorus: nama yang kini sinonim inovasi perempuan geofisika.
Tim Schoolmedia
Tinggalkan Komentar