Ilustrasi berita bohong, Foto: Pixabay
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima serangan banyak hoaks atau berita bohong terkait penyelenggaraan Pemilu 2019.
"Meskipun pemilu sudah selesai, tapi kami mengidentifikasi masih ada hoaks yang berkaitan dengan pilpres," kata Menkominfo Rudiantara di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Sabtu, 20 April 2019.
Dia mengungkapkan data itu dilihat dari perbandingan antara 17 hari pertama bulan Maret 2019 dengan 17 hari pertama April 2019. Kasus penyebaran hoaks, kata Rudiantara paling banyak terjadi pada bulan April.
"Ada sih, ada (datanya) nanti kami rilis, biar tenang dulu sekarang," ujar Rudiantara.
Baca juga: Pemilu 2019 Aman, Dirjenbud: Capaian Luar Biasa
Terkait hal ini, dia meminta masyarakat untuk menahan diri dan tidak memproduksi berbagai hoaks yang berkaitan dengan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh KPU.
"Kita jaga sama-sama jangan kirimkan hoaks terutama yang ditujukan kepada KPU. Kita jaga sama-sama KPU untuk melakukan penghitungan suara," kata Rudiantara berharap.
Baca juga: Pemilu Usai, Muhammadiyah: Masyarakat Harus Kembali Rajut Persaudaraan
Rudiantara menuturkan saat ini pihaknya bersama KPU tengah meng-"address" (platform) penyebar hoaks tersebut.
"Hoaks yang mengarah ke KPU sekarang coba kami 'address'. Ada tim Kominfo dan KPU yang meng-'address' masalah ini," kata Rudiantara.
Tinggalkan Komentar