Cari

Tingkat Kesejahteraan Guru di Pedalaman Papua Rendah

Ilustrasi guru, Foto: freepik

 

Ketua PGRI Papua Nomensen Mambraku menyatakan tingkat kesejahteraan guru di pedalaman Papua hingga kini masih rendah termasuk guru honor. Para guru di wilayah ini terpaksa harus menyewa atau kost di rumah penduduk dengan biaya pribadi.

"Memang benar hingga kini kesejahteraan guru khususnya yang bertugas di pedalaman masih rendah sehingga perlu perhatian pimpinan daerah. Padahal tugas guru sangat lah berat karena harus mencerdaskan anak didiknya," kata Mambraku di Jayapura, Senin, 8 April 2019.

 

Baca jugaMendikbud Usulkan Guru Honorer Dapat Tunjangan Setara UMR

 

Mambraku yang juga menjabat sebagai Dekan FKIP Universitas Cenderawasih mengatakan, dari hasil kunjungan kerjanya ke berbagai daerah terungkap para guru terpaksa harus menyewa atau kost di rumah penduduk dengan biaya pribadi.

Selain itu honor, kata Mambraku, mereka juga tidak seperti yang diungkapkan karena bagi yang guru honorer sebagian besar hanya menerima upah di bawah upah minimum regional (UMR).

“Banyak kabupaten di Papua tidak memberikan upah yang layak bagi guru, apalagi guru honor, sementara tanggung jawab yang diembankan ke pundak mereka sangat besar,” kata Mambraku.

 

Baca jugaAktivis: Pendidikan Kunci Ubah Nasib Anak Papua

 

Ketika ditanya tentang mutu guru di Papua, dia menjelaskan, mutunya masih di bawah standar karena banyaknya guru yang belum ikut sertifikasi.

Dari 37 ribu guru di Papua, kata Mambraku, baru sekitar 10 persen yang sudah disertifikasi, dan FKIP siap menyelenggarakan sertifikasi karena hal itu sudah menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh semua guru di Indonesia.

“FKIP Uncen siap bekerja sama dengan pemda untuk melakukan sertifikasi guna meningkatkan mutu pendidik atau guru di Papua,” kata membraku.

Lipsus Selanjutnya
KPPAD Minta Media Tidak Vulgar Beritakan tentang Anak
Lipsus Sebelumnya
Lombok Terpilih sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik di Indonesia

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar