Foto: Pixabay
Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi mengajak para awak media, baik cetak, elektronik dan televisi agar memikirkan dampak dari berita sebelum disebarkan atau publikasi ke masyarakat.
"Berita apa pun sebelum dipublikasi, sebaiknya kita sebagai media harus memikirkan dulu akibatnya atau dampaknya bagi masyarakat banyak dan lainnya," kata Imam Wahyudi saat menjadi pemateri pada Workshop Peliputan Pileg dan Pilpres 2019 di Pontianak, Kalbar, Kamis, 4 April 2019.
Jurnalis atau wartawan, kata Imam, adalah profesi mulia. Tetapi di tangan kita, kata Imam melanjutkan, ibarat ada 'bom nuklir' atau dampak berita tersebut sangat besar, sehingga harus berhati-hati dan pikirkan dulu dampak dari berita tersebut sebelum dipublikasi
Dia juga terus mengajak para awak media untuk selalu melakukan verifikasi terkait pemberitaan apa pun kepada narasumber langsung atau kepada yang berkompeten agar berita yang dihasilkannya tidak menjadi hoaks atau berita bohong.
"Jangan kita sebagai media malah ikut-ikutan dalam menebarkan hoaks secara tidak langsung, verifikasi dulu apa pun beritanya sebelum menyebarkan informasi tersebut," ujar Imam.
Selain itu, menurut Imam, jangan pernah berpikir media mainstream untuk beradu cepat dengan medsos (media sosial) dalam mengejar rating atau sebagainya.
"Karena biar bagaimana pun mereka (medsos) tidak perlu melakukan verifikasi, sementara kelebihan kita adalah media yang sudah diverifikasi," kata Imam.
Menurut dia, pada saat media mainstream mengorbankan verifikasi, maka media tersebut sudah tidak akan dipercaya lagi oleh masyarakat luas.
Imam juga mengingatkan agar semua wartawan atau jurnalis harus mentaati kaedah-kaedah Kode Etik Jurnalistik.
"Dan media profesional, kalau salah ketika diingatkan langsung mau memperbaiki kesalahan tersebut, sementara media abal-abal akan terus berulang melakukan kesalahan meskipun sudah diingatkan oleh Dewan Pers," ujar Imam.
Sehingga, menurut Imam, ketika dia (media abal-abal itu) sudah tidak profesional lagi menurut Dewan Pers, maka media tersebut bisa ditindak di luar KEJ," kata Imam.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kalbar, Ruhermansyah mengapresiasi kegiatan Workshop Peliputan Pileg dan Pilpres 2019, bagi awak media di Kalbar tersebut. Sehingga, kata Ruhermansyah, para awak media juga turut serta dan bisa melakukan pengawasan serta menyampaikan informasi terkait penyelenggaraan Pemilu 2019 kepada masyarakat.
"Mari kita edukasi masyarakat terkait pemberitaan dalam penyelenggaraan Pemilu sehingga masyarakat memang mendapatkan informasi yang benar-benar sesuai fakta," kata Ruhermansyah.
Tinggalkan Komentar