Sumber: kemdikbud.ri/Instagram
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA dan SMK tahun 2019 di wilayah Provinsi Papua Barat.
"Seperti biasa setiap tahun sesuai perintah Ombudsman RI, kami melaksanakan monitoring atau pengawasan pelaksanaan UN. Ini untuk memastikan ujian berjalan lancar,’’ kata Asisten Pengawasan ORI Perwakilan Papua Barat, Rosalina Selaya di Manokwari, Rabu, 3 April 2019.
Dalam pengawasan ini, kata Rosalina, ORI membagi dalam dua tim. Teknis pengawasan dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat. Selain Manokwari, tim Ombudsman bersama Dinas Pendidikan setempat juga melakukan monitoring di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.
"Personil kami terbatas, pengawasan bisa kami laksanakan di setiap daerah. Kami membuka ruang aduan, yang mau menyampaikan aduan bisa langsung datang ke kantor atau melalui kontak kami," kata Rosalina.
Baca juga: Kemendikbud Pantau UNBK SMA di Mimika
Sasaran ORI dalam pengawasan ini, Rosalina melanjutkan, meliputi dua kategori, yakni pihak sekolah selaku penyelenggara dan peserta ujian, serta kategori kedua pengawas ujian.
‘’Misalnya peserta maupun pengawas ujian tidak boleh membawa handphone di dalam ruangan, tidak boleh merokok. Kemudian peserta sendiri tidak boleh terlambat, harus membaca tata tertib,’’ ujarnya.
Baca juga: 271 SMA Sederajat Gelar UN di Malut
Ombudsman pun, kata Rosalina, memperhatikan ketersediaan perangkat komputer serta fasilitas penunjang lainnya di dalam ruangan ujian. Penyelenggara wajib menyediakan komputer cadangan sebagai antisipasi.
"Sejauh ini ujian berjalan lancar. Sempat ada kendala listrik di Manokwari pada hari pertama namun cepat diatasi," ujarnya.
Tinggalkan Komentar