Cari

Pengajar UI: Kebijakan Pertahanan Bukan Ekspansif

Ilustrasi pertahanan negara, Foto: Pixabay

 

Pengajar Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia Yandry Kurniawan mengatakan kebijakan pertahanan sekarang ini bukanlah semata-mata ekspansif atau bahkan agresif .

"Bukan ekspansif atau agresif, namun bagaimana Indonesia dapat memosisikan dalam tatanan global," kata Yandry, di Jakarta, dalam dialog terkait debat keempat capres yang diselenggarakan CSIS, Senin, 1 April 2019.

Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, kata Yandry, seharusnya tidak lagi membicarakan mengenai keutuhan wilayah dan separatisme, namun bagaimana memosisikan diri dalam pertahanan.

 

Baca jugaKemendikbud Berikan Pelatihan 40 Jam kepada TNI Mengajar di Perbatasan

 

Menurut Yandry, Indonesia saat ini sudah berada di jalan yang benar dalam pertahanan, sehingga pemerintah saat ini tinggal mengikuti dan mengembangkan pertahanan di jalur yang sama sejak 2004.

"Pemerintah saat ini sudah melakukan upaya untuk menjadikan TNI sebagai angkatan bersenjata yang layak (defense proper)", ujar Yandry.

Yandry menyebutkan variabel anggaran yang menentukan pertahanan, sehingga anggaran pertahanan selalu menjadi variabel independen.

"Untuk itu penting struktur anggaran APBN diperbesar," ujar Yandry melanjutkan.

 

Baca jugaTentara Mengajar di 3T, Mendikbud: Bukan untuk Gantikan Guru

 

Isu pertahanan, kata Yandry, masih berkisar mengenai gaji prajurit dan fasilitas kesehatan, namun terkait peran Indonesia dalam tatanan global luput untuk diangkat dan disampaikan. Dia pun menyayangkan diplomasi pertahanan Indonesia di kawasan yang sudah stabil seperti sekarang ini tidak dibahas.

Lipsus Selanjutnya
Bentuk 5 Kecamatan Layak Anak, Tangerang Fokus Jalankan Program Keluarga
Lipsus Sebelumnya
2.019.680 Siswa SMA/MA Ikuti Ujian Nasional

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar