KKP dan TNI Kuatkan Pengamanan Sektor Laut dan Perikanan Melalui Riset

TNI AL dan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya bekerjasama dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi kelautan dan perikanan, Foto: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

 

Kegiatan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi kelautan dan perikanan penting dilakukan oleh dunia pendidikan. Hal itu terungkap dari Kepala Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) - Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan Riyanto Basuki. Ia mengatakan hal tersebut saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya.

"Tujuan PKS ini adalah sebagai pedoman dalam rangka memanfaatkan segala sumber daya yang ada secara maksimal guna mendukung penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan teknologi kelautan dan perikanan," kata Riyanto dalam siaran pers yang diterima Schoolmedia News, Rabu, 20 Maret 2019.

Dalam perjanjian kerja sama ini, Riyanto menjelaskan, ruang lingkupnya meliputi riset dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan, pertukaran tenaga ahli, pemanfaatan dan pemasyarakatan hasil riset dan pengembangan, dan pertukaran data dan informasi ilmiah. 

Perjanjian ini ditandatangani oleh Kepala Pusriskel Riyanto Basuki dan Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Avando Bastari. Melalui PKS ini, Riyanto berharap dapat menjadi tonggak baru kolaborasi bersama dalam peningkatan kapasitas riset, kapasitas institusi dan kapasitas sumber daya manusia Pusriskel dan STTAL.

Menurut Riyanto, kerjasama antar dua pihak ini telah terjalin sejak lama, diantaranya dengan pemanfaatan sejumlah publikasi Pusriskel yang dilakukan oleh para perwira siswa. 

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Kepala Pusriskel Riyanto Basuki dan Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Avando Bastari, Foto: Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan

 

Sejumlah publikasi Pusriskel, Riyanto melanjutkan, banyak dirujuk oleh para Pasis (Perwira Siswa). Selain itu, juga adanya sejumlah publikasi karya tulis bersama yang ditulis oleh Pasis, dosen STTAL, bersama peneliti Pusriskel. 

“Hubungan antara STTAL dengan KKP telah menempuh perjalanan yang sangat panjang sejak 2002/2003. Secara rutin, sejumlah peneliti Pusriskel aktif mengajar di STTAL, para perwira siswa juga rajin mengikuti seminar learning session serta penelitian tugas akhir di Pusat Riset Kelautan," kata Riyanto.

Penandatanganan PKS tersebut juga merupakan kelanjutan dari Kesepakatan Bersama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Nomor 01/MEN-KP/KB/11/2019 dan NK/1/11/2019fTNI tentang Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengamanan Sektor Kelautan dan Perikanan, yang ditandatangani pada tanggal 11 Februari 2019
 

Lipsus Selanjutnya
Indonesia Perlu Antisipasi Banjirnya Impor Sampah Plastik
Lipsus Sebelumnya
Murid SD Menderita Tumor Dada Hingga Lumpuh di Sampit

Liputan Khusus Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar