Foto: Pixabay
Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kemenristekdikti Prof Ali Ghufron Mukti mengatakan regenerasi bidang pertanian agak macet dibandingkan bidang lainnya.
"Berbicara pertanian tidak hanya mengenai lahan pertanian, juga sumber daya manusianya. Usia petani makin bertambah, karena regenerasinya agak macet," ujar Ali dalam seminar nasional mengenai ketahanan pangan di Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
Menurut Ali, jika orangtuanya dokter maka anak itu ingin menjadi dokter, begitu juga jika orangtuanya dosen maka anak itu ingin menjadi dosen. Lain halnya dengan petani, yang mana anaknya belum tentu mau menjadi petani.
"Lulusan perguruan tinggi bidang pertanian pun, begitu lulus tidak jadi petani tetapi jadi bankir," kata Ali menegaskan.
Baca juga: Siapkan Calon Wirausahawan, Gubernur Babel Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Kembangkan SMKN 1 Pertanian
Untuk meningkatkan SDM di bidang pertanian, Ali menjelaskan, Kemenristekdikti mewacanakan akan adanya pendampingan terhadap mahasiswa pertanian, seperti adanya kewajiban magang seperti halnya mahasiswa kedokteran.
Menurut Ali, para petani di era revolusi industri 4.0 membutuhkan pendampingan dan transfer teknologi serta pengetahuan, sehingga petani bisa memproduksi pangan secara tajam karena merasa ada yang mendampingi.
"Ini yang belum terjadi saat ini. Sehingga dalam diskusi publik ini, kami akan membuat buku bagaimana program studi di perguruan tinggi bisa mengacu buku ini." kata Ali.
Baca juga: 3 Universitas di Indonesia-Jepang Jalin Kerja Sama Bidang Pertanian di Bogor
Ali melanjutkan, harus ada semacam keberpihakan bahwa menjadi petani ke depan itu menarik. Kalau tidak jadi kebijakan, maka komitmen akan hal itu harus ada.
"Sehingga kalau menjadi petani tidak menarik, maka makin lama akan habis sekolah di bidang pertanian dan lulusannya tidak bekerja di pertanian. Ini sangat disayangkan karena kita sangat membutuhkan SDM di bidang pertanian," kata Ali tegas.
Tinggalkan Komentar