Kontes Kapal Cepat, Wujud Literasi Kebencanaan

Salah satu tim peserta memperlihatkan prototipe kapal cepat dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTN) di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur, Jumat (6/11/2020), Foto: Dok. Puspresnas

 

Schoolmedia News, Malang - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) menggelar Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) bertema “Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam Penanganan Covid-19”. Pada kontes ini, terdapat dua kategori yang dilombakan, yaitu kategori Desain Inovasi Kapal dan Poster, yang digelar secara dalam jaringan (daring) dan Kategori Performa Prototipe Kapal yang digelar secara luar jaringan (luring). Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang, Malang, Jawa Timur, pada 5 - 7 November 2020.
 
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Puspresnas, Asep Sukmayadi mengatakan kontes ini erat kaitannya dengan literasi kebencanaan dalam meningkatkan inovasi teknologi kemaritiman Indonesia. 

"Saya kira ini sangat erat kaitannya dengan tantangan kita dalam literasi kebencanaan. Ini sangat penting, bagaimana kita mempunyai luasnya samudera dan lautan kita sehingga teknologi dan kemaritiman perkapalan menjadi tugas dari adik-adik semua yang memiliki minat, passion di bidang teknologi ini untuk terus dikembangkan," ujar Asep saat membuka kegiatan secara daring pada Jumat, 6 November 2020.

 

Baca juga:  Kompetisi Sains Nasional 2020 Mulai Digelar Secara Daring


 
Asep melanjutkan, bahwa pihaknya berbangga karena para peserta kontes ini telah menunjukkan ketangguhannya untuk tetap berprestasi di tengah situasi yang sulit ini.

 "Kami juga berbangga karena salah satu tantangan inovasi yang diajukan adalah performa prototipe kapal penanganan Covid-19. Ini saya kira akan menjadi bentuk inovasi dan kreativitas, sebuah bentuk ciptaan yang empati, yang notabene harus dilatih dan disiapkan untuk menjadi bekal kompetensi meta skill adik-adik mahasiswa untuk menjawab masa depan yang penuh ketidakpastian, ambigu dan penuh dengan perubahan," ujarnya.
 
Asep melanjutkan, kegiatan ini merupakan implementasi dari kebijakan Kampus Merdeka dalam menyalurkan minat dan bakat peserta didik. "Ini, saya kira prototipe desain kapal cepat dan poster yang merupakan simbolisasi dari keinginan adik-adik semua untuk menjadi bagian dari jawaban masa depan bangsa ini melalui implementai kampus merdeka," ujarnya.

Kaum cerdik cendekia adalah kaum intelegensia yang terus berusaha mencipta dan menantang pengalaman untuk menjadi generasi kreatif Nusantara. Asep mencontohkan Bung Hatta sebagai kaum cerdik cendekia yang memiliki rezeki anak saleh kaya dan bermakna.

"Itulah prestasi yang sesungguhnya dengan kemampuan inovasi yang dilatihkan dan diberikan medannya untuk dikembangkan pada kesempatan kontes kapal cepat ini, kami yakin adik-adik akan mengenali dan meyakini, dan bahkan bisa menjadi passion-nya, bisa menjadi ladang untuk berbakti melalui technopreneurship melalui bidang tekno kemaritiman dan perkapalan. Ini yang penting dan perlu terus kita dorong," kata Asep menegaskan.

 

Baca juga: Keterbatasan Fisik Bukan Halangan ABK Hasilkan Karya

 

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada Kemendikbud yang telah memercayakan UMM sebagai penyelenggara KKTBN yang kedua. Ia berharap, penyelenggaraan KKCTBN tahun ini mendulang kesuksesan sebagaimana telah dilakukan pada tahun 2019.

Fauzan optimistis bahwa para peserta kontes ini akan menjadi duta bangsa di kemudian hari. 

"Anda saat ini telah menjadi duta dari perguruan tinggi saudara, pada saatnya Anda akan menjadi duta bangsa yang didasarkan atas kompetensi yang saudara-saudara miliki ini. Ini penting untuk melatih (kemampuan) kompetisi di bidang KKCTBN akan tetapi sebenarnya secara psikologis akan berdampak secara konstruktif pada diri kita, diri peserta untuk menghadapi setiap persoalan," ujar Fauzan.

Untuk diketahui, ajang KKCTBN tahun ini, memperlombakan tujuh bidang yang terangkum dalam tiga kategori yakni Kategori I Desain Inovasi Kapal, Kategori II Performa Prototipe terdiri dari Autonomous Survace Vehicle (ASV), Electric Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), dan Kategori III yakni Poster.

 

Baca juga: Expo Virtual KoPSI Pamerkan Hasil Penelitian Siswa

 

KKCTBN tahun ini diikuti oleh 44 tim dari perguruan tinggi se-Indonesia. Ada 15 tim dari delapan institusi perguruan tinggi yang lolos ke babak final ini. Tim ini nantinya akan memperebutkan gelar juara. Sementara itu, untuk kategori III tidak dilaksanakan babak final, namun berupa desk evaluasi satu putaran dan langsung memilih pemenang.
 
Rincian lomba KKCTBN 2020:
 
1. Lomba Desain Inovasi Kapal Rumah Sakit Autonomous (5 tim)
2. Lomba Desain Inovasi Kapal Ambulan Autonomous (5 tim)
3. Lomba Re-Design Lay-Out Ruang Akomodasi Penumpang Kapal Ro-Ro Existing (5 tim)
4. Kapal Kendali Otomatis (Autonomous Surface Vehicle/ASV) Untuk Misi Penanganan Covid 19 (5 tim)
5. Kapal Cepat Listrik dengan Sistem KendaliJauh (Electric Remote Control/ERC) Untuk Misi Penanganan Covid 19 (5 tim)
6. Kapal Cepat Berbahan Bakar dengan Sistem Kendali Jauh (Fuel Engine Remote Control / FERC) Untuk Misi Penanganan Covid 19 (5 tim)
7. Lomba Poster Inovasi Teknologi Kemaritiman dalam Penanganan Covid-19


 

Komentar

250 Karakter tersisa