Prabowo Kejar Kemandirian Energi lewat PLTS 100 GWp, Potensi Hemat Rp73,9 Triliun

Schoolmedia News – Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp sebagai langkah memperkuat kemandirian dan ketahanan energi Indonesia.
Program tersebut diluncurkan dan mulai digroundbreaking di Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada 25 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan kapasitas 100 GWp tersebut dapat terbangun dalam waktu tiga tahun atau selesai pada 2029.
Pembangunan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, pemerintah menargetkan kapasitas 17 GWp, dengan 14 proyek yang secara keseluruhan memiliki kapasitas sekitar 5.216 MWp dan berada dalam berbagai tahapan pengerjaan.
Program PLTS tersebut juga diproyeksikan memberikan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun. Selain mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS turut memperluas akses listrik, termasuk ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Indonesia sendiri memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp, sementara kapasitas PLTS yang telah terpasang hingga April 2026 baru sekitar 1,5 GWp. Pemerintah pada 2026 juga menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus mengurangi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel.
Selain memperkuat pasokan energi, proyek ini diharapkan mendorong investasi pada pembangkit, baterai, dan jaringan listrik serta membuka peluang lapangan kerja hijau.
_
Berita Lainnya: