Reuters Soroti Prabowo Calonkan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Rupiah Menguat

Schoolmedia News – Presiden Prabowo Subianto mencalonkan Destry Damayanti sebagai satu-satunya kandidat untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI) berikutnya. Pencalonan tersebut mendapat perhatian pasar karena terjadi setelah pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo.
Destry saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sekaligus menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas Gubernur BI. Ia telah berpengalaman di bank sentral dan sektor keuangan sehingga dinilai memiliki pemahaman kuat mengenai kebijakan moneter dan kondisi pasar.
Menurut laporan Reuters, kabar pencalonan Destry turut mendorong penguatan rupiah. Mata uang Indonesia tersebut menguat hingga mencapai level terkuat terhadap dolar AS sejak 18 Juni.
Destry Dinilai Bawa Stabilitas
Pencalonan Destry dinilai memberikan sinyal kesinambungan kebijakan di tengah perhatian investor terhadap kondisi ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.
Pengalaman Destry di BI membuat pasar memperkirakan kebijakan moneter akan tetap berfokus pada menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, posisi Gubernur BI memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan moneter, termasuk dalam menjaga inflasi dan stabilitas rupiah.
Menanti Persetujuan DPR
Destry belum otomatis menjadi Gubernur BI definitif. Pencalonannya masih harus melalui proses di DPR sesuai mekanisme yang berlaku.
Parlemen memiliki waktu untuk menyetujui atau menolak pencalonan tersebut. Proses tersebut akan menjadi tahap penting sebelum Destry secara resmi menduduki posisi tertinggi di bank sentral Indonesia.
Jika disetujui, Destry berpotensi menjadi perempuan pertama yang secara permanen memimpin Bank Indonesia. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI sejak 2019.
Rupiah Jadi Sorotan Pasar
Respons positif pasar terhadap pencalonan Destry terlihat dari penguatan rupiah. Investor menilai pengalaman dan kredibilitas Destry dapat memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter BI.
Meski demikian, BI tetap menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan kebutuhan mendukung pertumbuhan. Pemerintah Prabowo memiliki target pertumbuhan ekonomi yang ambisius, sementara bank sentral harus tetap mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter.
Selain itu, isu mengenai independensi bank sentral juga menjadi perhatian investor. Koordinasi antara kebijakan fiskal pemerintah dan kebijakan moneter BI dinilai penting, tetapi tetap perlu menjaga ruang independensi bank sentral.
Berpotensi Jadi Gubernur Perempuan Pertama
Pencalonan Destry menjadi perhatian bukan hanya karena dampaknya terhadap pasar, tetapi juga karena sejarah. Apabila DPR menyetujui pencalonannya, Destry akan menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia secara permanen.
Dengan pengalaman panjang di sektor keuangan dan bank sentral, Destry kini menghadapi proses penting menuju posisi tersebut.
Pasar selanjutnya akan mencermati proses persetujuan di DPR sekaligus arah kebijakan BI ke depan. Pencalonan ini menjadi salah satu perkembangan penting bagi perekonomian Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas rupiah dan membangun kepercayaan investor.
_
Berita Lainnya:
Cetak Generasi Unggul Berbasis Sains, SMANU Cendekia Merah Putih Makassar Resmi Gelar MPLS dan Matrikulasi 2026
Melawan El Nino “Godzilla” yang Disebut Telah Hanguskan 107.000 Hektare Lahan