UI Hadirkan Program Sensory Bridge Untuk Bantu Anak Dengan Autisme

Schoolmedia News Jakarta == Universitas Indonesia (UI) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan inklusif. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk รขSensory Bridge: Inovasi Pendekatan Sensoris untuk Pengembangan Potensi Anak Penyandang Autismeรข yang digagas Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).
UI menciptakan ruang kolaboratif antara akademisi dan masyarakat dalam mendampingi anak-anak dengan spektrum autisme untuk membantu mereka beraktivitas.ย
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (10/7) dan Sabtu (12/7) di lingkungan FMIPA UI, Depok ini merupakan hasil kolaborasi antara sivitas akademika UI dan Yayasan Rumah Terapi Putra Fitri, serta didukung oleh Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI.
Ketua Programย Sensory Bridgeย sekaligus Dosen Departemen Biologi FMIPA UI dalam bidang Bioteknologi Molekular dan Reproduksi, Dr. Retno Lestari, S.Si., M.Si., mengatakan program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dengan menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga menyenangkan dan memberdayakan.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti pelatihan pendampingan bersama Ketua Yayasan Rumah Terapi Putra Fitri, Ratna Komara Wangsih. Ia membagikan pengalaman serta pendekatan yang diterapkan dalam mendampingi anak-anak penyandang autisme. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi kurang tepat terhadap anak-anak dengan kebutuhan khusus.
รขMereka bukan tidak mampu, hanya perlu metode yang sesuai dan pendekatan yang tepat. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membuka perspektif masyarakat,รข ujar Ratna.
Selain itu, programย Sensory Bridgeย juga menghadirkan kegiatan interaktif รขPost to Postรข dalam lima pos permainan sensoris yang diikuti oleh 19 anak. Anak-anak diajak mengenali aroma bahan alami, menebak suara hewan, mencicipi rasa, hingga menyentuh beragam tekstur. Setiap pos dirancang untuk menstimulasi respons sensorik dengan cara menyenangkan dan inklusif.
Fadlan dan Fadli, anak kembar penyandang autisme berusia 10 tahun, membagikan pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan ini. Mereka menyebut permainan tebak-tebakan suara hewan adalah yang paling menyenangkan dan membuat mereka merasa bersemangat. รขHari ini kita main tebak-tebakan suara hewan, seru banget! Aku bisa jawab kucing, burung kakak tua, ayam, sama lembu,รข kata Fadlan.
Selain peserta, kegiatan ini turut melibatkan 21 mahasiswa serta delapan dosen dari Departemen Biologi FMIPA UI, yaitu Prof. Dr. Drs. Abinawanto, M.Si.; Prof. Dr. Luthfiralda Sjahfirdi, M.Biomed.; Prof. Dr. Dra. Nining Betawati Prihantini, M.Sc.; Fadhillah, S.Si., M.Agri., Ph.D.; Dr. Upi Chairun Nisa, S.Si., M.Sc.; serta dosen dari Departemen Geografi FMIPA UI, Dra. Astrid Damayanti, M.Si.
Programย Sensory Bridgeย menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dan dedikasi sivitas akademika UI dapat menjadi kekuatan transformatif bagi masyarakat. Ke depannya, FMIPA UI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Tim Schoolmedia
Artikel Lainnya:
Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027, Pendaftaran Mulai 20 Agustus
Pendaftaran Poltekimipas 2026 Dibuka, Ada 375 Formasi untuk Calon Taruna dan Taruni