Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
Praktik ini penting untuk dibagikan karena dapat sebagai rujukan bagi rekan-rekan yang memiliki kondisi sama untuk bagaimana meningkatkan minat belajar peserta didik dan sebagai motivasi untuk berbagi dan menerapkankan berbagai pembelajaran inovatif. Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan terdapat beberapa kondisi di sekolah yang menjadi latar belakang dalam kegiatan praktik ini, yaitu : Rendahnya minat belajar peserta didik, Pendidik masih menggunakan metode pembelajaran yang konvensional, Model pembelajaran yang digunakan pendidik belum variatif dan inovatif, dan Peserta didik masih banyak yang mengobrol dan bermain hp saat pembelajaran berlangsung.
Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini yaitu merancang perangkat pembelajaran yang inovatif dan menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk kegiatan praktik ini sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan yaitu : Memilih dan menentukan model pembelajaran yang tepat sebagai solusi dari masalah pada latar belakang, Sarana dan prasarana pendukung kegiatan praktik yang ada disekolah, Belum terbiasa peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif, Kemampuan guru masih kurang dalam pemanfaatan teknologi, Guru masih sebagai teacher center.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menghadapi tantangan tersebut adalah : 1. Melakukan ekplorasi kajian literasi dan wawancara ahli untuk menemukan solusi terbaik untuk mengatasi tantangan yang didapatkan, 2. Menentukan solusi terbaik berupa model pembelajaran inovatif yang nantinya akan digunakan dalam mengatasi tantangan tersebut, 3. Berdasarkan kajian literasi dan wawancara ahli penggunaaan model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran problem based learning (PBL) mampu meningkatkan minat belajar peserta didik. Dimana dalam model pembelajaran ini dimulai dari orientasi masalah yang menyajikan sebuah video tentang permasalahan di kehidupan sehari- hari yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Kemudian melakukan kegiatan pengorganisasian dimana peserta didik di kelompokan menjadi beberapa kelompok untuk mendiskusikan dan melakukan penyelidikan beberapa permasalahan terkait materi yang dipelajari untuk ditemukan solusinya, kemudian peserta didik menyajikan dan mempresentasikan hasil diskusi tersebut didepan kelas dan setiap kelompok memberikan saran dan masukan, dari kegiatan yang sudah dilakukan peserta didik mengevaluasi, mengapresiasi dan menyamakan pendapat mengenai permecahan masalah yang telah dilakukan, 4. menyiapkan sumber daya yang digunakan antara lain laptop, LCD Projector, Jaringan internet, buku biologi, handphone, modul dan LKPD serta beberapa video Pembelajaran yang diambil dari youtube.
Dari hasil kegiatan praktik pembelajaran yang telah dilakukan terlihat bahwasanya penggunaan model pembelajaran inovatif efektif dalam mengatasi tantangan dalam pembelajaran. Respon yang didapatkan dari peserta didik, guru, dan kepala sekolah sangat baik dimana dengan menggunakan model pembelajaran inovatif dan memanfaatkan teknologi menciptakan suasana pembelajaran yang baru sehingga peserta didik merasa senang dan berminat dalam mengikuti pembelajaran, selain itu pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih aktif, efektif dan efisien. Adapun dampak yang didapatkan dari kegiatan praktik ini yaitu 1. peserta didik lebih aktif dalam mengikuti pelajaran dikelas, 2. Meningkatnya minat belajar peserta didik dalam proses pembelajaran, hal ini terlihat dari hasil penilaian afektif yang telah dilakukan, 3. Guru lebih siap dalam melakukan pembelajaran karena telah memahami dengan baik materi yang akan disampaikan dengan model pembelajaran inovatif yang didukung dengan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan efisien.
Pembelajaran yang dapat diambil dari seluruh proses ini yaitu guru harus kreatif dan inovatif dalam menyajikan rencana pembelajaran yang menarik bagi peserta didik sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik, aktif, efektif, efisien dan menyenangkan serta memanfaatkan teknologi sebagai daya dukung dalam proses pembelajaran sehingga diharapkan dapat mencapai tujuan yang diinginkan, dari pembelajaran yang telah dilakukan penerapan model pembelajaran inovatif problem based learning (PBL) dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
Artikel Lainnya:
Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Kesehatan Haji 2027, Pendaftaran Mulai 20 Agustus
Pendaftaran Poltekimipas 2026 Dibuka, Ada 375 Formasi untuk Calon Taruna dan Taruni