Mengenal Budaya FOMO: Mengapa Kita Suka Cemas Kalau Nggak Ikut Tren Viral?
SCHOOLMEDiA - Pernahkah kamu merasa cemas, gelisah, atau merasa "kurang gaul" hanya karena belum mencoba makanan hits yang lewat di FYP, tidak tahu istilah gaul terbaru, atau tidak membeli barang yang sedang diulas banyak influencer? Jika ya, kamu mungkin sedang mengalami fenomena FOMO (Fear of Missing Out).
Secara sederhana, FOMO adalah perasaan takut dan cemas tertinggal dari momen, tren, atau aktivitas seru yang sedang dilakukan oleh orang lain. Di era gempuran media sosial yang bergerak super cepat, tekanan untuk selalu up-to-date ini makin sering dirasakan oleh anak muda.

Sisi Gelap di Balik Budaya FOMO
Terlalu berambisi mengikuti setiap tren yang ada memiliki dampak nyata yang sering kali tidak disadari:
- Perilaku Konsumtif (Uang Saku Cepat Habis): Membeli barang atau jajanan viral hanya demi konten atau validasi, bukan karena benar-benar butuh.
- Lelah Mental (Social Burnout): Terus-menerus membandingkan hidup sendiri dengan standar estetik orang lain di media sosial dapat memicu rasa cemas dan kurang percaya diri.
- Kehilangan Fokus dan Identitas: Terlalu sibuk mengekor gaya orang lain membuat kita lupa pada apa yang sebenarnya menjadi minat dan karakter asli diri sendiri.
Trik Sederhana Mengendalikan FOMO
Agar tidak gampang terseret arus tren dan bisa lebih tenang, ada beberapa langkah praktis yang bisa kamu coba:
- Terapkan Aturan Penundaan 24 Jam
Saat tergiur membeli barang atau makanan viral, tunda keputusan selama 24 jam. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah aku benar-benar membutuhkannya, atau cuma penasaran karena lagi ramai? - Saring dan Mute Akun Pemicu Cemas
Gunakan fitur mute atau unfollow pada akun-akun yang sering membuatmu merasa insecure, cemas, atau terdorong untuk belanja impulsif. - Fokus pada Prioritas Pribadi
Pahami bahwa tidak semua tren cocok atau wajib kamu ikuti. Memiliki pendirian dan fokus pada hobimu sendiri jauh lebih keren ketimbang capek-capek mengejar validasi di dunia maya.
Sumber: Analisis & Pengolahan Redaksi
Penyunting: Athalla
Foto: Hanya sebagai ilustrasi (Sumber: Pexels)
Artikel Lainnya:
Pembelajaran Mendalam: Bagaimana Guru Mengajarkan Makna Jika Ia Sendiri Belum Memaknainya?
Menata Prioritas Belajar: Kunci Sukses Pelajar Tanpa Harus Kewalahan
Bebas dari "Screen Eating": Mengapa Makan Sambil Menatap Layar HP Perlu Dikurangi?