Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi Santri, 4 Tahun Langsung Lulus Magister

Schoolmedia News Jakarta = Kementerian Agama (Kemenag) menghadirkan terobosan baru dalam Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026. Untuk pertama kalinya, dibuka program akselerasi bertajuk Program Sarjana Lanjut Magister (PSLM) yang memungkinkan santri meraih gelar magister hanya dalam waktu empat tahun.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kemenag, Ruchman Basori, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mempercepat akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi.
โProgram ini memberi kesempatan santri menempuh jalur percepatan, cukup empat tahun sudah bisa meraih gelar magister,โ ujar Ruchman.
Program PSLM akan dilaksanakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, khususnya pada program studi Bahasa dan Sastra Arab. Perkuliahan dijadwalkan mulai semester gasal tahun akademik 2026/2027.
Sementara itu, Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan, Siti Maria Ulfa, mengungkapkan bahwa pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026 dan ditujukan khusus bagi kalangan santri.
Ia menegaskan, kriteria santri mencakup lulusan pesantren yang terdaftar di Kemenag dan memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP). Termasuk di dalamnya lulusan Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), hingga Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS), serta MA/SMA/SMK berbasis pesantren.
Adapun sejumlah persyaratan utama yang harus dipenuhi pendaftar antara lain:
Warga Negara Indonesia dengan usia maksimal 20 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran
Lulusan pendidikan menengah tiga tahun terakhir (2024โ2026)
Tidak sedang atau pernah menempuh pendidikan S1
Terdaftar di EMIS Kemenag serta memiliki NSPP dan NISN
Mendapat rekomendasi dari pimpinan pesantren, termasuk keterangan pernah mukim minimal tiga tahun dan kemampuan membaca kitab kuning
Melengkapi dokumen akademik, kesehatan, serta esai personal dan rencana kontribusi pascastudi
Selain itu, pendaftar juga diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Arab dengan skor minimal TOAFL 500 dari lembaga resmi PTKIN.
Program ini hanya berlaku untuk perguruan tinggi dan program studi yang telah ditetapkan Kemenag, sehingga peserta tidak dapat memilih kampus di luar ketentuan tersebut.
Informasi lengkap terkait program Beasiswa Indonesia Bangkit dapat diakses melalui laman resmi Kemenag, sementara pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform beasiswa terintegrasi pemerintah.
Program ini diproyeksikan menjadi langkah strategis Kemenag dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga mampu bersaing di level global dalam waktu yang lebih efisien.
Tim Schoolmedia
Artikel Lainnya:
BIB Kemenag 2026 Buka Beasiswa Double Degree, Kuliah di Bandung Bisa Raih Dua Gelar Luar Negeri
Mendikdasmen Dorong Budaya Literasi dan Menulis sejak SD melalui Pembelajaran Mendalam
Penyalahgunaan Dana Bantuan PHTC Revitalisasi Sekolah Hadapi Konsekuensi Hukum