Cari

Kemendikdasmen dan BNN Gandeng Tangan, Integrasi Kurikulum Anti Narkoba untuk Anak Bangsa


Schoolmedia News = Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti, menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam melindungi masa depan generasi muda melalui penguatan karakter sekolah. Hal ini disampaikan setelah menghadiri peluncuran Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dalam rangka Ananda Bersinar, yang diselenggarakan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Program IKAN merupakan kolaborasi strategis antara BNN dan Kemendikdasmen yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI, khususnya poin keempat dan ketujuh, serta program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan visi budaya ASRI (Aman, Sehat, Ramah, Indah). Menurut Menteri Muti, sekolah harus menjadi ruang aman yang melindungi murid dari segala bentuk kerusakan fisik, mental, hingga spiritual.

Program ini merupakan langkah nyata untuk membangun lingkungan dan budaya sekolah yang bersih dari narkoba, ucapnya.

Kepala BNN RI, Komjen. Pol. Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa IKAN merupakan bagian dari transformasi aksi nasional Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). Materi antinarkoba akan diintegrasikan ke dalam mata pelajaran yang sudah ada seperti Biologi dan Matematika, sehingga tidak menambah beban belajar murid mulai dari tingkat TK hingga SMA. Melalui pemahaman sejak dini, calon pemimpin bangsa akan terhindar dari ancaman narkoba yang merusak kecerdasan dan kesehatan, harapnya.

Rektor UNESA, Nurhasan, menekankan pentingnya kerja kolektif dalam implementasi. UNESA telah menerapkan praktik baik dengan mengintegrasikan materi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke dalam ekosistem Labschool UNESA serta melakukan tes urin rutin bagi pimpinan dan mahasiswa.

Ke depan, Kemendikdasmen akan memperkuat program ini melalui pelatihan guru dan aktivasi peran murid lewat organisasi siswa serta ekstrakurikuler. Kita ingin nilai-nilai antinarkoba menjadi gaya hidup yang membangun generasi kuat jasmani dan kokoh spiritualitasnya, pungkas Menteri Muti.

Dalam acara tersebut, BNN juga menyerahkan Buku Pedoman IKAN yang berlaku untuk sekolah di bawah Kemendikdasmen maupun Kementerian Agama, dengan pendampingan penyuluh BNN hingga tingkat daerah. Labschool UNESA dan SD Negeri 3 Pagar Alam yang telah menerapkan praktik baik mendapatkan apresiasi, dengan Menteri Muti menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh ekosistem sekolah.

Klarifikasi Target dan Metrik Keberhasilan

Meskipun program ditujukan untuk seluruh jenjang pendidikan, belum terdapat penjelasan rinci mengenai target capaian dalam jangka pendek dan panjang (misalnya persentase sekolah yang akan mengimplementasikan IKAN pada tahun pertama, atau indikator penurunan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar). Data ini penting untuk mengukur efektivitas program dan melakukan evaluasi berkala.

Meskipun disebutkan akan ada pelatihan guru, belum dijelaskan skala, jadwal, dan materi pelatihan yang akan diberikan. Selain itu, perlu diperhatikan kesiapan guru dalam menyampaikan materi sensitif seperti narkoba dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, terutama pada tingkat TK dan SD.

Kolaborasi dengan Pihak Lain diperlukan. Meskipun sudah ada kerja sama dengan BNN dan perguruan tinggi, perlu diperluas kolaborasi dengan orang tua murid dan masyarakat lokal. Orang tua memiliki peran krusial dalam mengawasi perkembangan anak di luar lingkungan sekolah, sehingga perlu ada program pendampingan atau sosialisasi khusus bagi mereka.

Acara peluncuran berlangsung di Surabaya dan terdapat contoh praktik baik dari Sumatra Selatan, namun perlu diperhatikan akses dan kesetaraan implementasi di daerah-daerah terpencil atau dengan kondisi geografis yang sulit. Perlunya strategi khusus untuk memastikan program dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata.

Selain integrasi kurikulum, disarankan untuk menambah komponen pendukung seperti penyediaan layanan konseling bagi murid yang berisiko atau telah terpapar narkoba, serta pembangunan budaya positif melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung kesehatan jasmani dan rohani.

TIM SCHOOLMEDIA 

Artikel Sebelumnya
SiMHabit Inovasi Digital Yogyakarta untuk Akselerasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Artikel Lainnya:

Comments ()

Tinggalkan Komentar